Inovasi pengolahan kelapa menjadi biskuit blondo dan virgin coconut oil (VCO) untuk makanan tambahan balita maupun ibu hamil buatan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Parigi Moutong mendapat apresiasi dari para panelis, pada Pameran Penanganan Stunting Kabupaten Kota se-Provinsi Sulawesi Tengah di aula kantor Bappeda Sulawesi Tengah, Palu, Kamis (3/6).

Pemanfaatan potensi kelapa sebagai salah satu sumber panganan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi balita menjadi inovasi baru telah dibuat Rumah Sehat BAZNAS sejak 2019 lalu. Setahun berselang, tim peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako melakukan riset dan menemukan adanya peningkatan berat dan tinggi badan yang signifikan pada balita stunting dan gizi kurang setelah diberikan produk olahan kelapa tersebut, yakni Biskuit Blondo dan VCO.

Para panelis sangat mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan BAZNAS dan berharap pemerintah bisa mengadopsi produk ini agar potensi pangan lokal bisa dimanfaatkan dengan baik untuk pemenuhan gizi balita di Sulteng. Apalagi potensi kelapa di Kabupaten Parigi Moutong sangat besar, dan akan berguna jika dimanfaatkan dengan baik untuk memenuhi gizi masyarakat.

Salah satu panelis, yang juga Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi BAPPEDA Sulawesi Tengah, Dr. M. Saleh Lubis, berharap inovasi yang telah dilakukan oleh BAZNAS bisa ditiru daerah lain.

Rumah Sehat BAZNAS memegang peranan besar dalam menurunkan tingkat stunting di Sulawesi Tengah. Pada tahun 2020, Rumah Sehat BAZNAS mendapatkan penghargaan sebagai Lembaga Peduli Stunting karena peranannya dalam membantu pemerintah menurunkan tingkat stunting di Kabupaten Parigi Moutong. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah daerah Kabupaten Parigi Moutong atas komitmen BAZNAS dalam upaya memajukan kesehatan melalui program stunting.

Masalah stunting penting menjadi perhatian bersama karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak.

 

Pada kesempatan terpisah, Pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, M.A, menyambut baik kontribusi yang dilakukan Rumah Sehat BAZNAS Parigi Moutong, yang telah memberi dampak positif kepada masyarakat sekitar. Saidah menyebut, peran berbagai pihak termasuk muzaki yang telah menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS turut andil untuk memberi kebahagiaan kepada sesama.

"Terima kasih atas peran positif Rumah Sehat BAZNAS Parigi Moutong dalam membantu menurunkan angka stunting di Sulawesi Tengah. Tentu hal ini merupakan buah kerja keras dari semua pihak yang telah bersinergi dalam membantu BAZNAS untuk menyejahterakan masyarakat," kata Saidah, Jumat (4/6).

Saidah berharap, langkah serupa akan diikuti berbagai pihak di daerah lain, agar turut membantu menyiapkan momentum generasi emas Indonesia 2045 seperti yang dicanangkan pemerintah.

Pemerintah menargetkan pada tahun 2024 kasus stunting di Indonesia bisa ditekan hingga berada di angka 14 persen, dan angka kematian ibu bisa ditekan hingga di bawah 183 kasus per 100.000 ibu melahirkan. Masalah stunting jadi perhatian BAZNAS yang telah memiliki berbagai program pencegahan stunting yang dikemas dalam berbagai aktivitas kegiatan, di antaranya pemeriksaan pengukuran status gizi, pemberian makanan tambahan penyuluhan, pemberian makanan tambahan gizi pemulihan, fasilitas posyandu, dan kebun gizi. Segala aktivitas itu telah rutin dilakukan di Rumah Sehat BAZNAS yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

"Rumah Sehat BAZNAS Parigi Moutong telah tiga kali mengikuti acara kegiatan stunting dalam setahun terakhir. BAZNAS akan terus berjuang dalam mewujudkan hal itu, guna mencapai kesejahteraan masyarakat, baik dari sisi kesehatan dan perokonomian," katanya.

Dia menambahkan, dalam bidang kesehatan, BAZNAS memiliki Rumah Sehat BAZNAS siap memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dari kalangan tidak mampu. Rumah Sehat BAZNAS telah tersebar di beberapa kota, seperti Jakarta, Yogyakarta, Sidoarjo, Makassar, Pangkalpinang, Parigi Moutong. Selanjutnya RSB juga akan dibuka di Palu, Berau, dan Papua.

Selain itu, Rumah Sehat BAZNAS juga aktif dalam menggelar pelayanan kesehatan gratis, serta berbagai aksi sosial lainnya seperti khitanan massal, penyuluhan ibu hamil, pemberian makanan tambahan untuk balita, penyaluran air bersih dan wastafel ke berbagai daerah, program hidup bersih sehat, operasi katarak gratis, dan aksi sosial lainnya. Rumah Sehat BAZNAS juga aktif dalam membagikan masker dan alat kebersihan diri, serta program swab antigen gratis guna mencegah penularan virus COVID-19 selama masa pandemi.