Rumah Sehat BAZNAS Parigi Moutong melalui program Stunting, melakukan asesmen (pengamatan/penilaian) kepada dua orang anak dari keluarga Ibrahim (45) yang mengalami gizi buruk di Dusun IV Desa Sigenti, Kecamatan Tinombo Selatan, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin (3/5).

Kedua anak yang bernama Moh. Salim (9) dan Moh. Riziq (3) mengalami gizi buruk sehingga pertumbuhan dan perkembangannya terhambat, yang membuat sampai saat ini belum bisa jalan.

Salim lahir prematur di rumah dibantu persalinannya oleh bidan dengan berat badan lahir hanya 2.200gr dan mendapatkan ASI hingga usia 2 bulan. Saat usia 4 bulan, ia mendapatkan perawatan dari dokter spesialis anak di Kota Palu karena mengalami gizi buruk disertai dengan komplikasi bronchopneumonia dengan gejala sesak napas dan demam, namun karena keterbatasan ekonomi, perawatan terhenti dan sampai usia 9 tahun ia tidak pernah mendapatkan perawatan kembali.

Sementara itu, adiknya, Moh. Riziq lahir normal di puskesmas dengan berat badan lahir 2.300gr dan juga hanya mendapatkan ASI sampai usia 3 bulan. Kedua orang tuanya mengeluhkan Moh. Riziq yang susah makan sehingga berat badannya tidak naik-naik, sampai saat ini ia hanya mendapatkan biskuit makanan tambahan dari puskesmas yang dibagi dengan kakaknya. Kondisi saat ini, Moh. Riziq hanya bisa merangkak dan mengalami gizi buruk serta Stunting.

 

Ibrahim sehari-hari bekerja sebagai petani coklat dan cabe dan saat musim panen ia juga bekerja sebagai buruh harian yakni menjemur padi milik orang lain, sementara itu Farni sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga ini tidak menentu, karena musim coklat atau cabe tidak setiap saat.

Rumah Sehat BAZNAS pada kesempatan ini telah melakukan asesmen kepada kedua anaknya dan memberikan multivitamin, susu, popok dan kebutuhan dasar lainnya dan selanjutnya akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan puskesmas setempat untuk langsung mengintervensi masalah gizi keduanya dengan pemberian F100 serta makanan tambahan berupa biskuit blondo.

Ibrahim dan Farni sangat bersyukur dengan hadirnya tim Rumah Sehat BAZNAS, karena hingga saat ini belum ada intervensi gizi yang diberikan kepada kedua anaknya. Semoga melalui Rumah Sehat BAZNAS kedua anaknya mengalami peningkatan gizi dan bisa jalan.

Layanan kesehatan Rumah Sehat BAZNAS merupakan salah satu model/kegiatan pemanfaatan dana zakat, infaq dan sedekah (ZIS) yang ditunaikan oleh para muzakki melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).