Dalam rangka pencegahan dan penanganan stunting di Desa Cluntang, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Yayasan SPEK-HAM Surakarta dan Pemerintah Desa Cluntang mengadakan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Stunting pada Senin (22/11) yang bertempat di Balai Desa Cluntang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 20 peserta yang terdiri dari kader kesehatan serta orang tua yang memiliki anak stunting.

Tantangan dalam mengatasi permasalahan stunting di Desa Cluntang adalah masyarakat kurang menyadari pentingnya melakukan pemenuhan gizi yang seimbang dan perawatan kesehatan anak dalam upaya pencegahan stunting, sehingga perlu diberikan pemahaman terkait dengan hal tersebut

Kegiatan ini dilaksanakan mengingat tingginya risiko serta angka stunting di Cluntang. Berdasarkan hasil Survei Mawas Diri (SMD) Desa Cluntang Tahun 2021 yang dilakukan oleh Puskesmas Kecamatan Musuk, pada faktor resiko gizi buruk dilihat dari berat badan lahir rendah (BBLR) di angka 4.08%, anak bawah garis merah (BGM) 0.51%, penyakit bawaan 0.51%, dan tidak ASI eklusif 17.35%. Selain itu pada faktor risiko kematian bayi didominasi oleh persalinan bukan oleh tenaga kesehatan 11.73% dan bayi 9 bulan tidak imunisasi campak 12.24%. Selain itu berdasarkan catatan kesehatan Poliklinik Desa Cluntang Tahun 2021, tercatat 42 anak mengalami stunting dan 15 diantaranya dari keluarga miskin.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan oleh Suryati (44) selaku Kepala Desa Cluntang yang mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS karena telah menginisiasi kegiatan ini, mengingat berdasarkan hasil SMD Desa Cluntang 2021, Stunting menjadi perhatian khusus karena merupakan tertinggi di wilayah Kecamatan Musuk.

Kemudian dilanjutkan pengantar oleh Nila Ayu (37) selaku perwakilan dari Yayasan SPEK-HAM yang menyampaikan urgensi memenuhi kebutuhan gizi anak agar tidak terjadi stunting. Selain itu Bidan Desa Cluntang Sri Wahyuningsih (35) dalam kesempatan ini juga menyampaikan kondisi kesehatan balita di Desa Cluntang di mana didominasi oleh kurangnya ASI eklusif yang diterima oleh balita karena kesibukan bekerja orang tuanya.

Inti dalam acara ini yaitu penyampaian materi pemahaman, pencegahan, dan penanganan stunting yang disampaikan oleh Furi Nayu Oktaviani (41) selaku Ahli Gizi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali. Furi menyampaikan beberapa materi penting terkait stunting diantaranya yaitu, pengertian stunting, penyebab terjadinya stunting, gejala stunting, dampak terjadinya stunting, pencegahan stunting, dan penanganan stunting.

Peserta antusias dalam mengikuti kegiatan ini, hal ini terlihat dalam keaktifan peserta dalam menanggapi materi yang disampaikan oleh narasumber. Acara ini ditutup dengan pembahasan rencana tindak lanjut yang dipandu oleh Nila dalam rangka menindaklanjuti sosialisasi ini yang direncanakan akan memberikan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak stunting yang diprioritaskan pada keluarga miskin.

 

#BAZNASRI

#InovasiBerkaryaUntukUmat

#LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat

#GerakanCintaZakat

#ZakatCommunityDevelopment


Terkait