Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui lembaga program Zakat Community Development (ZCD) mengadakan kegiatan Kelas Analisis Usaha kepada 64 pendamping lapangan atau Sahabat ZCD. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari pada Rabu hingga Jumat, 14-16 Juli 2021, melalui Zoom Meeting dengan tema kelas yang berbeda setiap harinya.

Analisis usaha adalah sebuah analisa yang berupa kegiatan melakukan perencanaan, meriset, memprediksi, mengevaluasi kegiatan usaha atau bisnis. Hal ini dilakukan untuk mengetahui atau menghindari segala kemungkinan buruk yang terjadi ketika proses bisnis dijalankan. Dalam rangka pencapaian kemandirian ekonomi mustahik, kegiatan analisis usaha merupakan unsur penting yang tidak bisa diabaikan. Sehingga kelas ini sangat diperlukan para Sahabat ZCD agar lebih mendalami membahas berbagai analisis usaha agar semakin kuat dalam menjalankan tugas dilapangan.

Pada hari pertama, ZCD menghadirkan Herman Budianto selaku General Manager Dompet Dhuafa untuk membawakan materi Analisis Usaha UMKM. Dalam pemaparannya, Herman mengatakan modal usaha itu harus bersumber dari harta yang halal, baik berupa investasi, hibah, dana ziswaf pemberdayaan masyarakat, tidak bersumber dari harta riba, harta hasil maksiat dan harta haram lainnya. Kemudian  pengelolaannya amanah, jujur, professional dengan dibuatkan akad usaha, lalu akad perjanjian dapat menggunakan system mudhorobah (bagi hasil), musyarakat (kerja bersama), hibah, dan yang terakhir tidak menggunakan sistem usaha yang haram seperti riba, gharar (spekulasi tinggi), maysir (judi), dan sistem haram lainnya.

Kemudian pada hari kedua, Kamis (15/7), menghadirkan Kepala Bagian Ekonomi BAZNAS, Eka Budhi Sulistyo yang membawakan materi Analisa Usaha Pertanian/Perkebunan. Dalam pemaparannya, Eka mengatakan dalam analisis usaha pertanian ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain tentukan produk yang ingin dibudidayakan, tentukan waktu pelaksanaan budi daya, tentukan tata cara budi daya, tentukan sarana produksi pertanian/perkebunan, tentukan modal kerja yang diperlukan, tentukan prognosis hasil panen, dan tentukan model pelaksanaan kegiatan.

Pada hari terakhir, Jumat (16/7), Kelas Analisis Usaha Peternakan yang dibawakan Ajat Sudarjat selaku Kepala Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM) BAZNAS. Pada kesempatan itu, Ajat mengatakan usaha peternakan adalah usaha yang berisiko tinggi, karena berkaitan dengan makhluk hidup. Untuk menyusun analisa usaha peternakan diperlukan pengetahuan dan pemahaman teknis indikator peternakan. Adapun indikatornya yaitu, jenis ternak, jenis kelamin, pola pemeliharaan, indikator reproduksi, dan indikator produksi.

Selama tiga hari kegiatan kelas analisis usaha ini, Sahabat ZCD sangat antusias terhadap materi-materi yang disampaikan, karena hal ini sangat berguna dalam pendampingan mustahik di lapangan. Hasil yang diharapkan dari kelas ini adalah dapat menambah wawasan terkait analisis usaha dan Sahabat ZCD mampu menganalisis efisiensi dan kemanfaatan dari suatu usaha

Kepala lembaga ZCD, Tatiek Kancaniati berharap semoga dengan adanya kelas ini para Sahabat ZCD lebih kuat lagi analisa usahanya dan dapat dipraktikkan di lapangan.

#BAZNAS
#PilihanPertamaPembayarZakat
#LembagaUtamaMenyejahterakanUmat
#ZakatComminityDevelopment
#GerakanCintaZakat