Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui lembaga program Zakat Community Development (ZCD) bersinergi dengan Pemerintah Kota Bengkulu dalam membentuk wilayah Sustainable Development Goals (SDGs), Kamis (19/3). Hal ini bertujuan sebagai langkah bersama untuk mengatasi persoalan kemiskinan di Bengkulu.

Langkah yang dilakukan pertama adalah rapat koordinasi penyusunan dokumen Rancana Aksi Daerah (RAD) yang dipimpin oleh Kepala BAPELITBANG selaku Ketua Tim, dengan dihadiri oleh para Ketua POKJA selaku Kepala Bidang di BAPELITBANG dan Anggota POKJA yang terdiri dari lembaga non pemerintah daerah yaitu Bank Indonesia, PT Pelindo II, Universitas Bengkulu, IAIN Bengkulu, Kotaku, BAZNAS Provinsi dan Kota, Pendamping ZCD, LAZISMU, LAZISNU, BMH, Human Initiative, Forum Komunikasi PKBM, Kabahil Center, KIPAS, Cahaya Perempuan, WALHI, dan Harian Rakyat Bengkulu.

Dalam pertemuan ini, sahabat ZCD menyampaikan tentang hubungan maqosid syariah dengan 17 Tujuan SDGs, perbedaan dokumen RPJMD dengan dokumen RAD SDGs, serta menyampaikan harapan kepada peserta rapat agar rapat dapat dijadikan awal silaturahmi dalam rangka saling koordinasi menyukseskan Bengkulu Kota SDGs. Caranya adalah dengan melaporkan kegiatanya masing-masing lembaga filantropi sehingga dapat diketahui kesiapan dalam perencanaan, dan tidak terjadi tumpang tindih program.

Seperti diketahui, isu kemiskinan menjadi masalah bersama hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia. BAZNAS lewat berbagai programnya akan terus melakukan berbagai upaya aktif untuk mengentaskan kemiskinan, sejalan dengan visinya untuk menyejahterakan umat.

#BAZNASRI

#GerakanCintaZakat

#LekasPulihIndonesia

#ZakatCommunityDevelopment