Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Oleh sebab itu tak sedikit orang yang tidak menyukapi kopi. Di lansir dari www.ekonomi.bisnis.com tingkat konsumsi kopi yang terus meningkat di wilayah Indonesia pun terus bertumbuh dengan kisaran 8% per tahunnya, hal ini membuat banyak orang yang tergiur untuk melakukan produksi kopi, salah satunya wilayah

Kelompok kopi binaan ZCD BAZNAS di Kampung Zakat Dusun Longserang Barat Selatan, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, memproduksi kopi dengan varian rasa, seperti kopi original, kopi jahe, kopi rempah, dan kopi susu jahe dengan komposisi, kopi, jahe, kayu manis, cabe Jawa dan susu bubuk.

Kelompok kopi yang terbentuk di Desa Langko itu bernama Kelompok Al-Mubarok Jaya dengan enam orang anggota. Pandemi tak menyurutkan semangat para mitra mustahik. Sahabat ZCD bersama lima anggota kelompok Al-Mubarok Jaya melakukan proses produksi kopi, pada Jumat (19/3).

Proses produksi dimulai dengan memilih biji kopi yang bagus, dilanjutkan dengan penggorengan yang dilakukan sebanyak dua kali untuk varian kopi original dan kopi jahe, setelah itu diheler untuk kemudian dikemas.

Hasil yang diperoleh dari proses produksi ini dari 5 kg biji bisa menghasilkan 4 kg kopi bubuk. Hasil kopi bubuk dapat diperoleh banyak karena biji kopi yang diolah merupakan biji pilihan sehingga tidak menyusut hingga 2 kg. Setelah menjadi bubuk kopi halus, kopi dikemas dalam  ukuran 250 gr. Dari pengemasan tersebut kelompok dapat menghasilkan 16 bungkus kopi.

Harga kopi yang dijual dalam ukuran 250 gr beraneka ragam, seperti kopi original dihargai Rp17.000, kopi jahe Rp18.000, kopi rempah Rp20.000, dan kopi susu jahe Rp23.000. Wilayah jangkauan untuk pemasaran pun kelompok sudah tersebar luas seperti di warung-warung kecil, supermarket Lombok Timur dan Koperasi Gubernur. Dari aktivitas produksi ini, kelompok berencana akan mengajukan PIRT dan membuat peluasan wilayah pemasaran kopi.

"Dengan adanya aktivitas produksi ini, mustahik berharap agar terus dapat dibina dan dibimbing, sehingga mustahik bisa lebih maju baik dari segi usaha, SDM, pengetahuan, mandiri, sampai bisa memberikan manfaat untuk warga sekitar Desa dengan usaha yang didampingi oleh ZCD BAZNAS,” ujar salah seorang pendamping Sahabat ZCD Desa Langko.

 

#BAZNASRI

#SemestaKebajikanZakat

#LekasPulihIndonesia

#ZakatCommunityDevelopment

#GerakanCintaZakat