Di tengah pandemi Covid-19, UMKM di Indonesia dituntut untuk dapat berkembang dan beradaptasi dalam bidang pemasaran. Tidak memandang tingkat usaha, baik itu usaha rumahan maupun usaha nasional harus bisa bertahan dalam produktivitasnya.

Contohnya seperti ibu-ibu mustahik Kelompok Al-Barokah yang dibentuk ZCD BAZNAS di Dusun Salut, Desa Selat, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB, yang terus semangat dalam memproduksi olahan pisang hingga merambah ke pasar internasional.

Olahan pisang berupa pisang sale awet muda dan keripik pisang hasil produksi Kelompok Al-Barokah ini pertama kali menerima pesanan dari konsumen asal Taiwan dan berniat menjadi distributor produk-produk olahan UKM binaan ZCD BAZNAS di Taiwan. Pemesanan ini berawal dari salah satu warga Desa Selat yang menetap di Taiwan dan mengetahui bahwa di Desa Selat memiliki UKM beranggotakan para ibu lansia yang memanfaatkan waktu untuk mengolah aneka makanan.

Hal ini menjadi daya tarik bagi konsumen tersebut untuk menjadikan produk UKM binaan ini sebagai camilan tradisional yang bisa dikonsumsi semua kalangan, dari segi rasa maupun harga.

Sebanyak 50 pcs pisang sale awet muda dan 20 pcs keripik pisang original siap dikirim ke Taiwan melalui kargo. Adapun harga yang dibandrol adalah harga distributor, yaitu Rp10.000/pcs untuk pisang sale dan Rp7000/pcs untuk keripik pisang. Sehingga omzet yang didapatkan sebesar Rp640.000.

"Produk olahan pisang pesanan distributor Taiwan ini pertama kali diterima oleh Kelompok Al-Barokah. Alhamdulillah ibu-ibu sangat semangat sekali dalam melakukan produksi. Pembayarannya pun dilakukan secara tunai," tutur Sahabat ZCD, Hawilah.

#ZakatCommunityDevelopment
#LekasPulihIndonesia
#SemestaKebajikanZakat