Menjadi seorang mekanik di bengkel yang dibangun sendiri, merupakan hal yang amat diimpikan oleh Rofiq (21). Pria kelahiran tahun 2000 itu adalah satu-satunya buah hati Sunoto dan Tarmini yang merupakan mustahik perajin batik binaan ZCD BAZNAS di Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Rofiq sudah mendalami ilmu perbengkelan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Mulanya dia ikut teman-temannya, dari perjalanan itu ia bertemu dengan banyak ahli mekanik dan dengan tekun menimba ilmu dan pengalaman.

Rofiq tidak lagi melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi setelah menamatkan pendidikan SMK kejuruan teknik otomotif. Biaya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi adalah alasan utama. Yang kedua, Rofiq mengaku tidak ingin berada jauh dari ayah dan ibunya. "Saya tidak ingin memberatkan ayah dan ibu untuk membiayai sekolah, pengalaman yang saya dapatkan dari bengkel cukup untuk saya memulai rintisan usaha ini,” katanya.

Rintisan usaha bengkel mini ini tidak hanya membuat Rofiq menjadi anak muda yang aktif. Namun, dari usahanya Ia bisa sedikit memutar modal dan membantu ekonomi keluarga. Dalam sehari bisa tiga sampai lima pelanggan datang ke bengkelnya.

Rofiq juga merupakan simpatis Rumah Baca Harapan inisiasi Yayasan Sahabat Pulau Indonesia yang merupakan mitra kerja Lembaga ZCD BAZNAS. Ia sering mengajarkan banyak hal berupa pelajaran dan praktik-praktik kepada anak-anak mustahik lainnya. Bagi Rofiq sebagai prinsip, pekerjaan apa saja yang dilakoni adalah pekerjaan yang membuat bahagia asal baik dan halal.

Harapannya ke depan terdapat peningkatan ekonomi dari keluarga Rofiq sehingga bisa menjadi muzaki di kemudian hari. Kisah ini semoga dapat menjadi pelajaran kepada anak-anak mustahik di seluruh Indonesia untuk tetap terus berjuang dalam mengentaskan kemiskinan.

#ZakatCommunityDevelopment
#LekasPulihIndonesia
#SemestaKebajikanZakat


Terkait