Agus Rahmatullah, mitra BAZNAS Microfinance Desa Gunungsari, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, adalah seorang produsen kloset yang jadi contoh pelaku usaha mikro mampu bertahan di masa pandemi Covid-19.

Meski pada awal masa pandemi usahanya sempat sepi, namun kini usaha Agus Rahmatullah sudah kembali berjalan. Terus menjalin kolaborasi jadi salah satu kunci tetap bertahan di tengah pandemi. Dalam memasarkan produknya Agus menjalin kerja sama dengan beberapa pengembang perumahan di Lombok.

Agus Rahmatullah merupakan mitra BMD Gunungsari yang bergabung pada tahun 2019. Ia merupakan salah satu pelaku usaha yang terdampak krisis ekonomi akibat gempa yang sempat melanda Lombok tahun 2018 Lalu. Sebelum gempa melanda, Rahmatullah adalah seorang pedagang sembako serabutan, hingga akhirnya dengan modal awal yang diterima dari pembiayaan modal usaha BMD Gunungsari Agus mulai mencoba usaha kloset hingga sekarang.

Awal mula ide untuk memproduksi kloset mucul dari melihat banyaknya kebutuhan pemerintah untuk perbaikan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di wilayah Lombok pasca gempa saat itu. Kemudian berbekal ketrampilan yang dimilikinya, dia mulai membangun bisnis secara perlahan.

Agus terus bangkit untuk membangun usahanya, dengan ketekunan dia terus menawarkan produknya kepada pengembang satu dan lainnya yang berada di wilayah Lombok, hingga pada akhirnya mendapatkan pesanan jumlah besar dari seorang pengembang.

Kini usaha yang mulai dibangun telah membuahkan hasil, bahkan di masa pandemi seperti saat ini usaha yang dia jalankan masih tetap bertahan. Pada awal menjalankan usaha rata-rata omzet yang didapatkan adalah sebesar Rp12.000.000 setiap bulannya, kini omzetnya makin berkembang sudah terhitung sebesar Rp 15.000.000 hingga Rp 25.000.000 setiap bulannya.

Selain memfasilitasi pembiayaan modal usaha, BMD Gunungsari juga melakukan pendampingan dan pelatihan. Hal ini dilakukan agar usaha mitra mustahik terus tumbuh, berkembang, dan berkah.

“Adanya pendampingan usaha, membuat pembukuan usaha saya lebih terkontrol, selain itu saya juga jadi mendapat banyak relasi usaha,” kata Agus.

BAZNAS Microfinance Desa merupakan salah satu upaya BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan dan membantu masyarakat desa di bidang ekonomi, termasuk terbebas dari jerat rentenir. BMD dapat memperkuat permodalan dan memberikan layanan pengembangan serta penguatan modal sosial bagi masyarakat. Sehingga para pelaku usaha mikro di sana dapat tumbuh, berkembang, dan barokah.

BAZNAS Microfinance Desa memberikan modal bergulir kepada mustahik yang nantinya dikembalikan kepada perkumpulan yang dibentuk program BMD tersebut. Pinjaman modal ini bersumber dari dana infak yang ditunaikan oleh masyarakat melalui BAZNAS.

 

#BAZNAS
#PilihanPertamaPembayarZakat
#LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat
#BAZNASMicrofinance
#BMDGunungsari