Masalah permodalan menjadi salah satu kendala yang dihadapi para pelaku usaha mikro dalam mengembangkan usaha. Minimnya akses permodalan para pelaku usaha mikro yang tidak bankable menjadi salah satu penyebab para pelaku usaha mikro tidak bisa mendapat modal tambahan untuk mengembangkan usahanya.

Hal inilah yang dirasakan oleh Muyaroah (51), pelaku usaha warung kelontong dan bakso dari Bedono, Demak, Jawa Tengah. Ibu single parent yang memiliki dua anak ini sempat mengalami kesulitan dalam meminjam modal lantaran tidak bisa memenuhi persyaratan dari lembaga keuangan.

Namun segala permasalahan yang dihadapinya langsung sirna ketika dia menjadi salah satu mitra pelaku usaha mikro yang menjadi mitra BAZNAS Microfinance Desa Bedono. Ia mengungkapkan hadirnya BMD Bedono menjadi jembatan baginya dalam memperoleh pinjaman pinjaman tanpa jaminan, tambahan, ataupun bunga.

“Saya merasa senang masih ada pinjaman tanpa jaminan, tambahan atau bunga. Terima kasih BAZNAS yang sudah memfasilitasi saya untuk mengembangkan usaha,” ucap Muyaroah

Muyaroah merupakan salah satu mitra mustahik penerima manfaat tahun 2020. Modal usaha yang dimiliki dia gunakan untuk membeli kulkas usaha dan menambah barang dagangannya.

Muyaroah menceritakan meski terkadang usahanya belum stabil namun kini usahanya mulai ada sedikit peningkatan walaupun belum signifikan.

“Alhamdulillah, tetep disyukuri berapapun hasilnya, karena usaha yang saya jalani ini ada kalanya ramai dan ada kalanya juga sepi. Sekarang ada kenaikan omzet Rp100.000- Rp200.000 per hari karena bisa melayani pembeli yang mencari minuman dingin, di mana sebelumnya kami tidak bisa menyediakan,” pungkas Muyaroah.

#BAZNAS
#PilihanPertamaPembayarZakat
#LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat
#BAZNASMicrofinance
#BMDBedono