Para peternak binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Balai Ternak BAZNAS Sleman melakukan pemasangan eartag pada sapi perah sebanyak 30 ekor induk, 7 ekor pedet, dan 2 ekor pedet baru lahir, pada Selasa (5/4). Eartag yang digunakan terbuat dari plastik keras yang berisikan nomor atau kode recording dari masing-masing ternak, setiap ternak akan memiliki kode yang berbeda.

Nomor ternak ini nantinya akan terus digunakan pada ternak dan disimpan di data populasi Balai Ternak maupun secara nasional di LPPM BAZNAS. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak salah melakukan identifikasi dan penambahan jumlah populasi bisa dipantau.

Eartag akan dipasang secara permanen pada daun telinga sapi sehingga tidak mudah rusak dan dilepaskan oleh sapi. Pemasangan eartag sebenarnya lebih baik dilakukan pada saat ternak masih kecil atau pedet, hal ini untuk mengurangi rasa sakit pada ternak. Selain itu eartag dipilih sebagai alat pengenal karena ukurannya tidak terlalu besar, harga yang murah, dan mudah dipasang.

Eartag merupakan salah satu proses untuk mendukung recording atau pencatatan pada ternak, yang tidak hanya untuk mengetahui jumlah populasi tapi juga sebagai langkah menentukan perencanaan pemeliharaan ternak ke depannya.

Dalam memudahkan proses recording dan identifikasi dari masing-masing ternak maka diperlukan adanya sebuah tanda pengenal. Jika sebelumnya peternak mengenali ternak hanya dengan ingatan saja atau dari ciri-ciri fisik ternak. Namun hal tersebut akan sulit jika populasi ternak sudah banyak. Salah satu solusi tanda pengenal yang mulai digunakan di Balai Ternak yaitu dengan memanfaatkan Eartag.

Selain di Sleman, Balai Ternak BAZNAS di seluruh Indonesia juga menerapkan recording sebagai salah satu SOP di kandang.

 

#BalaiTernakBAZNAS
#BAZNAS
#PilihanPertamaPembayarZakat
#LembagaUtamaMenyejahterakanUmat
#LPPMBAZNAS
#GerakanCintaZakat