Faoji Rohman, petani binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS sejak tahun 2019, memiliki cerita tersendiri yang bisa menginspirasi. Pria berusia 43 tahun itu rela meninggalkan usaha jasa percetakan dan beralih menjadi petani secara sepenuhnya.

Faoji mengungkapkan bahwa kejenuhannya dalam dunia percetakan membuatnya beralih untuk memutuskan menjadi seorang petani, dengan harapan akan memanfaatkan potensi alam di desanya di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten.

Perubahan yang sangat drastis ini sempat membuat Faoji kaget. Pasalnya dia biasa menghasilkan uang secara harian lewat percetakan spanduk, baliho, atau pamflet. Namun kini, Faoji harus menunggu sampai padi miliknya panen dan terjual. Beruntungnya Faoji masih memiliki tabungan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

"Alhamdulillah bantuan yang diberikan BAZNAS sangat membantu sehingga saya sangat serius dalam menekuni budi daya padi di Kab Serang," ucap Faoji

 

Berbagai terobosan dan inovasi telah Faoji lakukan seperti menanam padi organik di lahan seluas 1000 m2 yang dilaksanakan pada musim tanam di bulan Juni lalu.

Lumbung Pangan Serang yang kini telah mengalami banyak perkembangan, seperti telah berdirinya koperasi Lumbung Pangan Serang yang telah dipercaya BAZNAS dalam pengadaan beras program Zakat Fitrah pada tahun 2020 dan 2021.

Faoji saat ini sudah mengembangkan usahanya selain dari bertani, ia bersama para pemuda di desanya bersama mengembangkan pupuk organik dari limbah kotoran hewan sapi, limbah dapur, limbah pasar, dan limbah hasil tanaman.

Faoji biasa menjualnya dengan harga Rp18.000/20 kg dan Rp12.000/10kg untuk harga pupuk dalam bentuk eceran. Faoji juga menjual pupuk tersebut dalam skala besar dan tentunya dengan harga yang lebih murah.

"Alhamdulillah dengan adanya pembuatan pupuk ini dapat menekan biaya modal kerja dan hasil panen, saya ingin menjadi contoh bagi petani lainnya untuk bisa memanfaatkan potensi alam lainnya." kata Faoji