Taswan Riswanto (39) salah satu petani dari Kelompok Tani Bina Mandiri Binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS di Dusun Tenggulun, Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Jawa Barat, kini padinya telah berusia 65 hari setelah tanam (HST) dan memasuki masa perawatan tanaman padi.

Taswan mengungkapkan bahwa perawatan padi miliknya menggunakan nutrisi hayati yang berasal dari rumput laut yang dikeringkan. Rumput laut digiling hingga menjadi tepung kemudian difermentasi bersama bahan lainnya seperti bakteri mikrobia selama satu pekan dan selanjutnya dapat diaplikasikan ke tanaman padi.

Perawatan tanaman dengan penyemprotan nutrisi disinyalir untuk mempercepat dan meratakan proses keluar malai. Saat kondisi tanaman dalam masa generatif atau keluar malai dan pengisian bulir menjadi tahapan dimana kualitas gabah atau beras berlangsung.

Taswan mengelola seluas 1 hektare sawah dengan konsep kerja sama bagi hasil. Jenis padi yang digunakan Taswan berupa jenis padi varietas inpari 32. Direncanakan masa panen akan dilaksanakan saat usia 95 hari setelah tanam, atau sekitar satu bulan.

Diharapkan dengan perawatan rutin akan mengoptimalkan hasil panen, sehingga mampu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga petani binaan BAZNAS. Diketahui sebelumnya, Taswan telah menghasilkan 6 ton gabah kering panen.

Badan Amil Zakat Nasional
Pilihan Pertama Pembayar Zakat
Lembaga Utama Menyejahterahkan Umat
#InovasiBerkaryaUntukUmat
#LPEMBAZNAS
#Petaniberdaya
#LumbungPangan
#GerakanCintaZakat