Balai Ternak Garut, Jawa Barat, menjadi tujuan kedua dari rangkaian turun lapang daring Puskas kepada beberapa program Balai Ternak LPPM. Dengan tujuan untuk memperkaya bahan dari buku program unggulan balai ternak yang sedang disusun, di sini tim Puskas bertemu dengan Kang Gagan sebagai pendamping program dan Pak Jaenal selaku ketua kelompok Sauyunan.

Berlatar belakang pendidikan di jurusan peternakan, Kang Gagan memang mengakui menjadi pendamping dalam program ini merupakan panggilan hidupnya. Meski pernah bekerja di perusahaan, Kang Gagan merasa dunia perkantoran tidaklah sesuai dengan karakter dirinya. Dia mengaku lebih suka untuk bekerja yang dapat memberikan manfaat besar kepada para masyarakat. Apalagi, di program Balai Ternak para mustahik yang dibina memiliki kejujuran yang tinggi sehingga Kang Gagan merasa semakin termotivasi untuk mendampingi program ini hingga akhir.

Pak Jaenal selaku ketua kelompok Sauyunan juga merasa sangat terbantu dengan program yang diberikan. Dulu sebelum ada program balai ternak, Pak Jaenal hanya merawat hewan ternak milik orang lain. Keuntungan memang dibagi dua, tetapi Pak Jaenal tidak mendapatkan ilmu yang baik dalam memelihara hewan ternak. Sejak ada program BAZNAS, Pak Jaenal serta anggota kelompoknya kini memiliki hewan ternak dan tahu bagaimana cara memeliharanya.

Kini, Balai Ternak Garut memiliki dua kelompok yaitu kelompok Barokah dan Sauyunan serta telah terdapat Lembaga lokal yaitu Koperasi Mekar Jaya. Selain memiliki program penggemukan sebagai lini usaha, di sini juga terdapat program sampingan seperti pengolahan kulit maupun penjualan sembako. Ke depannya, diharapkan skema bisnis yang ada di Balai Ternak ini dapat berkembang hingga ke penyedia bahan baku untuk para penjual sate. Sehingga, nilai ekonomi yang diperoleh semakin besar dan para mustahik juga lebih meningkat lagi kualitas hidupnya.

 

Rep: Puskas BAZNAS