Pelatihan Survei Implementasi Indeks Zakat Nasional dan Kaji Dampak Zakat untuk wilayah Provinsi Jawa Barat terlaksana dengan lancar, pada Selasa (8/6). Acara ini terselenggara atas kolaborasi Puskas BAZNAS RI dengan Puskas BAZNAS Jawa Barat. Lebih dari 30 peserta mengikuti pelatihan sebagai perwakilan dari BAZNAS dan LAZ yang ada di Jawa Barat.

Berkaca pada implementasi di tahun 2020 lalu, dari 28 BAZNAS yang ada di Jawa Barat, sebanyak 20 BAZNAS telah mengisi IZN dan KDZ secara lengkap pada tahun 2020 lalu. Selain itu, LAZ yang mengisi IZN dan KDZ secara lengkap ada 1 LAZ Skala Provinsi dan 5 LAZ Skala Kota/Kabupaten.

“Angka partisipasi ini diharapkan meningkat di tahun ini, begitu pun dengan kualitas penyelenggaraan surveinya. Terutama dengan adanya Puskas BAZNAS Jabar, implementasi IZN dan KDZ 2021 di Jawa Barat diharapkan semakin baik”, tutur Direktur Puskas BAZNAS.

Pelatihan IZN dan KDZ di tahun ini kembali diselenggarakan secara daring sehubungan dengan situasi pandemi. Tidak banyak perubahan teknis implementasi survei dibandingkan dengan tahun sebelumnya sehingga seluruh BAZNAS dan LAZ dapat langsung melakukan survei setelah Puskas BAZNAS menyampaikan panduan dan petunjuk teknis pelaksanaan survei. Sebagaimana Keputusan Ketua BAZNAS No. 24 Tahun 2020 tentang Indeks Zakat Nasional, bahwa IZN ini wajib diimplementasikan oleh seluruh BAZNAS, LAZ baik di level nasional, provinsi, dan kota/kabupaten sebagai instrumen pengukuran kinerja perzakatan nasional.

 

Rep: Puskas BAZNAS