Saat tim Puskas dan Monev mendatangi Madrasah Ibtidaiyah Al Falah di Abepantai, Papua, pada senin 15 Juli, terlihat para siswa sedang beraktivitas di sekitar sekolah. Hari itu adalah hari pertama anak-anak bersekolah setelah libur panjang kenaikan kelas. Ada yang sedang duduk-duduk ataupun bermain bersama teman-temannya setelah lama tidak bertemu.


Suasana tersebut memang merupakan hal yang biasa dapat dilihat di lingkungan sekolah. Hanya saja, lokasi madrasah tersebut yang berada di bawah tebing membuat perlu adanya perhatian khusus terkait penanganan bencana yang mungkin terjadi di masa depan. Berangkat dari laporan tersebut, pada tahun 2018 lalu Baznas Tanggap Bencana (BTB) mengadakan program yang disebut dengan Madrasah Tanggap Bencana (Mantab).

Program ini memberikan edukasi kepada para guru maupun siswa terkait dengan bencana yang dapat terjadi, terutama longsor yang berasal dari tebing. Simulasi saat terjadi bencana juga dilakukan agar para guru dan siswa mendapatkan bayangan apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi. Sejauh ini, belum ada longsor yang terjadi di daerah tersebut. Namun, salah seorang guru mengakui dengan adanya pelatihan tersebut membuat dia paham bahwa hal terpenting yang harus dilakukan saat terjadi bencana adalah mengendalikan rasa takut sehingga tidak terjadi kepanikan.