Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) telah menjadi kepentingan bersama untuk semua sektor termasuk organisasi filantropi. Banyak program program yang digagas oleh organisasi filantropi selaras dengan SDG. Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk mendokumentasikan dan melaporkan program yang telah dilakukan kepada semua pemangku kepentingan melalui pelaporan yang terstuktur. Untuk melakukannya, Global Report Initiative (GRI) bersama dengan Filantropi Indonesia mengadakan pelatihan tentang bagaimana membuat standar pelaporan keberlanjutan untuk organisasi filantropi.

Pelatihan dilakukan dalam dua hari pada tanggal 25-26 Juni 2019 di Jakarta, banyak organisasi filantropi dari seluruh Indonesia datang dan mengikuti pelatihan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai salah satu anggota dalam asosiasi Filantropi Indonesia, mengirim dua delegasi (Puskas BAZNAS & Divisi Monitoring dan Evaluasi) untuk menghadiri forum. Pelatihan terdiri dari dua sesi. Sesi pertama diisi oleh Ibu Leni, manajer area GRI. Sesi ini membahas tentang GRI sebagai organisasi global dan mengapa pelaporan keberlanjutan sangat penting bagi organisasi filantropi.

Pada sesi kedua, GRI menghadirkan supervisor dan implementation specialist, Pak Hendri untuk menjelaskan langkah demi langkah tentang bagaimana membuat laporan keberlanjutan sesuai dengan standar GRI. Pada hari berikutnya, anggota pelatihan diminta untuk mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari sebelumnya untuk membuat contoh pelaporan keberlanjutan organisasi mereka. Di ujung pelatihan, GRI dan Filantropi Indonesia berkomitmen dalam waktu dekat untuk membantu semua organisasi filantropi di Indonesia termasuk BAZNAS untuk membuat pelaporan keberlanjutan pertama mereka.

Dengan demikian, karya-karya organisasi filantropi yang selaras dengan 17 SDGs akan tersampaikan kepada semua pemangku kepentingan secara efisien dalam bentuk pelaporan keberlanjutan.

Rep: Puskas BAZNAS

Terkait