Pada hari Selasa (4/8/2020) Puskas BAZNAS menyelenggarakan Pelatihan Enumerator Indeks Kepatuhan Syariah OPZ dan Indeks Transparansi OPZ bersama Kementerian Agama Republik Indonesia. Tujuan dari implementasi Indeks Kepatuhan Syariah OPZ adalah untuk  mengukur tingkat kepatuhan syariah OPZ secara presisi, melakukan analisa komprehensif dari hasil IKSOPZ sehingga dapat memberikan rekomendasi relevan bagi stakeholder untuk membuat kebijakan berbasis data–driven dilihat dari aspek Manajemen Tata Kelola OPZ, Pengumpulan Zakat, Penyaluran Zakat dan regulasi Zakat.

Sedangkan Indeks Transparansi OPZ merupakan salah satu alat ukur transparansi pertama dalam pengelolaan zakat di dunia dengan dimensi atau variabel transparansi keuangan, transparansi manajemen dan transparansi program.  

Pelatihan Indeks Kepatuhan Syariah OPZ dan Indeks Transparansi OPZ dilaksanakan melalui aplikasi Zoom dengan diikuti oleh enumerator dari 34 Provinsi. Pelatihan tersebut dibuka dengan sambutan dari Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementrian Agama RI, H. Muhammad Fuad Nasar S.Sos, M.Sc. disusul sambutan dari Direktur Puskas BAZNAS Dr. Muhammad Hasbi Zaenal. Dalam pelatihan tersebut para enumertor dijelaskan mengenai  tugas  sebagai enumerator diantaranya melakukan follow-up terhadap OPZ yang ditugaskan, Pengisian Kueisioner, dan Pengisian Dashboard yang disediakan.

Adapun penjelasan mengenai dokumen penting yang harus dikirimkan oleh enumerator diantaranya penjelasan mengenai surat tugas, invoice dan tata tertib sebagai Enumerator.

Puskas BAZNAS mengharapkan dengan diadakannya kegiatan ini bisa mencapai tujuan yang sesuai dengan tujuan Indeks Kepatuhan Syariah OPZ dan Indeks Transparansi OPZ dan para Enumerator dapat melakukan tugas sesuai dengan apa yang ditetepakan. Implementasi kegiatan survei Indeks Kepatuhan Syariah OPZ dan Indeks Transparansi OPZ ini berlangsung dari tanggal 4 Agustus 2020 hingga 21 Agustus 2020.

 

Rep: Puskas BAZNAS