Pandemi yang kini belum usai tidak menyurutkan implementasi Indeks Zakat Nasional dan Indeks Kepatuhan OPZ. Sekitar 52 peserta yang berasal dari BAZNAS daerah dan LAZ di wilayah Provinsi Jawa Barat mengikuti Pelatihan IZN-IKSOPZ yang diselenggarakan melalui daring pada Rabu (15/7/2020).

Pelatihan yang dibuka langsung oleh K.H. Dr. (H.C) Arif Ramdani, Lc., M.H., selaku Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat menegaskan pentingnya IZN dan IKSOPZ sebagai buah hasil pemikiran strategis dalam mengawal pengelolaan zakat baik secara institusi maupun manajemen.

“Dengan alat ukur ini kita dapat mengevaluasi aktivitas pendistribusian dan pendayagunaan zakat di OPZ kita sehingga kita dapat melakukan muhasabah terkait pendistribusian dan pendayagunaan zakat apakah sudah efektif atau belum”, tutur beliau dalam sambutan pembukaan.

Sementara itu, Muhammad Hasbi Zaenal, PhD selaku Direktur Puskas BAZNAS menyampaikan sebagaimana SK Ketua BAZNAS No. 24 Tahun 2020, implementasi Indeks Zakat Nasional mulai tahun ini akan digencarkan dan dilakukan di seluruh Organisasi Pengelola Zakat baik BAZNAS Pusat, BAZNAS Daerah, serta LAZ yang terdaftar di BAZNAS.

Salah satu peserta mengatakan pelatihan yang ditujukan untuk menyosialisasikan IZN-IKSOPZ ini dirasakan sangat menunjang kemampuan staf yang ditugaskan sebagai surveyor sebelum turun ke lapangan.

 

Rep: Puskas BAZNAS