BAZNAS bersama IPB, KNEKS, BI, dan Kemenag RI sedang menyusun mega proyek penelitian tentang penghimpunan zakat non-kelembagaan Rabu, (8/7/ 2020). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Prof. Dr Bambang Sudibyo dan sejumlah perwakilan dari KNEKS Dr. Ahmad Juwaini, BI Cecep Makanul Hakim, IPB Prof Dr. M. Firduas dan Dr. Lukman Baga, dan dari Kemenag RI yang diwakili oleh Andi Yusri melalui platform zoom.  

Rapat diawali dengan pemberian sambutan dan arahan dari Ketua BAZNAS dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Direktur Puskas BAZNAS Dr. M. Hasbi Zaenal. Rapat berjalan dengan lancar dan masing-masing lembaga memberikan tanggapan dan saran yang baik untuk kajian ini.

Penelitian ini didasari atas dana zis yang terhimpun tidak melalui lembaga zakat resmi lebih tinggi dari pada dana zis yang terhimpun melalui lembaga zakat. zakat yang terhitung. Sehingga penelitian ini memiliki hipotesis bahwa zakat yang terkumpul yang Mengingat potensi zakat yang sangat besar sekitar 233 Triliyun (menurut Puskas BAZNAS), realisasi zakat, yang tercatat di lembaga zaat resmi, hingga 2019 baru sekitar 10 Triliyun atau baru sekitar 10% dari potensi tidak melalui lembaga zakat resmi melampaui dana zakat yang terhimpun melalui lembaga zakat resmi.

Penelitian ini direncanakan akan dilakukan dengan metode survey dan wawancara kepada 3200 responden yang tersebar di 32 provinsi. Rencana pemilihan tempat yang akan dipilih yaitu sepertiga dipusat ibukota, sepertiga nya dipinggiran kota, dan sisanya diluar kota. Selain itu, rencana pemilihan responden yang akan diwawancara yaitu perseorangan, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), dan lembaga non-DKM.