Rabu (29/04) Puskas BAZNAS telah menyelenggarakan Webinar dengan topik Dampak COVID-19 Terhadap Islamic Finance Bahrain. Moderator Webinar tersebut adalah Bapak Abdul Aziz Yahya Saoqi M.Sc, Peneliti Senior di Puskas BAZNAS. Pembicara pada Webinar tersebut adalah Dr. Muhammad Rizky Prima Sakti, Assistant Professor (Islamic Finance) di Department of Business Administration, University College Bahrain.

Menurut Dr. Rizky, saat ini ada 2,183 kasus COVID-19 di Bahrain dimana 1,310 orang sembuh dan 8 orang meninggal. Kasus COVID-19 di Bahrain sangat menarik dan dapat menjadi suatu contoh bagi negara-negara lain yang juga sedang mengalami pandemi COVID- 19. Pemerintah Bahrain memiliki peraturan yang ketat mengenai penanangan COVID-19. Beberapa peraturan diantaranya adalah denda bagi siapapun yang meninggalkan rumah tanpa memakai masker dan apabila seseorang sedang isolasi diri maka rumah tersebut akan di awasi oleh Polisi.

Perubahan di sektor ekonomi juga sangat terlihat. Banyak sektor yang mulai bergeser dan memanfaatkan platform digital dikarenakan adanya social distancing. Namun, sektor-sektor tersebut juga diestimasi akan mengalami penurunan yang cukup drastis dibandingkan pertumbuhan yang telah diprediksi sebelumnya. Social Islamic Finance seperti zakat dan wakaf juga memiliki peran yang penting dalam penanganan COVID-19 di Bahrain. Menurut Dr. Rizky, perbankan syariah dapat bergabung untuk menyalurkan dana wakaf yang dapat membantu keluarga yang terdampak COVID-19 sebagai salah satu aktifitas CSR bank.

Kingdom of Bahrain adalah salah satu rumah bagi keuangan syariah. Tindakan cepat dan tegas dalam penanganan COVID-19 yang diambil oleh pemerintahan Bahrain membantu Bahrain dalam meminimalisir jumlah kematian. Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintahan Bahrain dapat dijadikan contoh bagi negara-negara lain yang sedang berjuang melawan COVID-19.

 

Rep: Puskas BAZNAS