Sistem akuntansi yang baik merupakan hal yang sangat penting untuk transparansi dan akuntabilitas lembaga zakat. Selain itu, akuntansi yang baik diperlukan oleh pihak internal untuk pengambilan keputusan lembaga dan pihak eksternal untuk mengetahui kinerja dari suatu lembaga zakat. Namun, pedoman akuntansi zakat di Indonesia perlu dikembangkan agar dapat mengakomodasi pembukuan dan pencatatan yang lebih komprehensif. Dengan demikian, saat ini lembaga zakat sangat memerlukan pedoman akuntansi agar mampu menerapkan sistem akuntansi yang terstandar dan bermutu.

Dalam rangka untuk memberikan pedoman keuangan bagi OPZ di Indonesia, Puskas BAZNAS bekerjasama dengan beberapa akademisi untuk menyusun buku Pedoman Akuntansi Keuangan OPZ. Sebelum buku tersebut diterbitkan, Puskas BAZNAS melakukan beberapa Focus Group Discussion atau FGD. Pada tahap pertama, FGD dimulai dengan praktisi  bagian keuangan dan operasional BAZNAS yang telah menerapkan beberapa peraturan BAZNAS (PerBAZNAS) yang merupakan peraturan resmi dan harus dipatuhi OPZ di Indonesia. Selanjutnya, FGD dilakukan dengan pihak eksternal seperti praktisi keuangan, pakar akuntansi, dan akademisi.

FGD dilakukan pada hari Rabu (08/04/2020) secara daring selama kurang lebih 3 jam. FGD ini dihadiri oleh Anggota dan pimpinan BAZNAS serta penulis buku yang berasal dari akademisi. Selain itu, Puskas BAZNAS sebagai inisiator pembuatan buku juga turut mengikuti FGD diwakili oleh Direktur Puskas dan tim Riset Strategis 2 sebagai moderator FGD. FGD tersebut menghasilkan banyak masukan dan diharapkan akan lebih memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai panduan akuntansi di OPZ.