Setelah diimplementasikan selama lebih dari 2 tahun, Indeks Desa Zakat (IDZ) kini telah memasuki fase review kajian. Indeks Desa Zakat adalah sebuah alat mekanisme yang dapat digunakan untuk mengukur kondisi sebuah desa sehingga dapat dikatakan layak atau tidak layak dibantu oleh dana zakat. Berbagai fakta dan temuan di lapangan selama implementasi memberikan banyak masukan bagi BAZNAS untuk melakukan penguatan IDZ ini demi semakin akuratnya assessment dan sasaran program bantuan yang berasal dari dana zakat.

Kamis, 19 Maret 2020 peneliti Puskas BAZNAS melakukan diskusi Bersama Anggota BAZNAS, Ir. Nana Mintarti, MP melalui Zoom Meeting di tengah kondisi yang mengharuskan seluruh peneliti Work from Home. Sebelumnya, telah dilakukan juga diskusi bersama Manajer Ekonomi I dan tim Lembaga Program Zakat Communitty Development (ZCD) BAZNAS pada (4/3) dengan agenda meninjau ulang kuesioner IDZ agar bisa mengeksplorasi lebih jauh kondisi di lapangan. Harapannya, setelah wabah Covid-18 ini usai, implementasi IDZ bisa dilaksanakan dengan penguatan alat pengukuran yang telah dilakukan.

Beberapa poin yang ditinjau ulang adalah pendalaman aspek-aspek dari dimensi IDZ di antaranya ekonomi, pendidikan, sosial dan kemanusiaan, kesehatan dan dakwah. Setiap variabel ditinjau ulang dan diperdalam dengan harapan bisa memberikan guidance atas intervensi program apa yang harus dilakukan.

 

Rep: Puskas BAZNAS