Di tengah badai pandemi Covid-19, tidak terasa satu bulan lagi kita akan menyambut momen hari terbesar kedua bagi umat Islam yakni hari raya Idul Adha. Salah satu dai BAZNAS yang bertugas melakukan pembinaan kelompok mualaf di Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi hadir menyapa dalam kajian rutinnya, Sabtu malam (24/6). Tema yang juga sekaligus merupakan kabar gembira bagi segenap mualaf ini adalah mengenai “Keutamaan Bulan Haram”.

Berbicara mengenai kata haram, sudah barang tentu istilah ini bukan merupakan barang asing ditelinga hampir semua orang Indonesia baik muslim maupun non-muslim. Tetapi apa yang ustaz Abdullatif sampaikan pada kesempatan malam hari itu bukan merupakan hal yang buruk melainkan sebaliknya adalah kabar gembira. Bulan Haram dalam Islam adalah empat bulan istimewa yang Allah tentukan dalam penanggalan Hijriyah. Keempat bulan ini Allah jadikan sebagai waktu-waktu yang istimewa dimana berbagai amalan baik dan ibadah-ibadah seorang hamba akan Allah lipatgandakan untuknya.

Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya memiliki pendapat yang berbunyi “ثُمَّ اخْتَصَّ مِنْ ذَلِكَ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ فَجَعَلَهُنَّ حَرَامًا، وعَظم حُرُماتهن، وَجَعَلَ الذَّنْبَ فِيهِنَّ أَعْظَمَ، وَالْعَمَلَ الصَّالِحَ وَالْأَجْرَ أَعْظَمَ.” Menurut penafsir al-Qur’an yang sangat terkenal ini, Allah telah mengkhususkan empat Bulan Haram dari 12 bulan yang ada, dan Allah jadikan pula keempat Bulan Haram ini menjadi waktu-waktu yang istimewa. Dibulan-bulan ini Allah tegaskan keharaman bermaksiat dengan membalas pelakunya berlipat kali catatan dosa dan di sisi lain memberikan imbalan berupa dilipatgandakannya nilai amal dari perbuatan baik seseorang.

Dai MCB mengajak segenap mualaf untuk tidak menyia-nyiakan bulan-bulan istimewa ini. Terlebih bagi orang-orang yang baru masuk Islam ini, catatan amal baik dan buruk mereka masih bersih ibarat buku kosong yang belum dituliskan apa-apa sewaktu mereka bersyahadat. Oleh karena itu, alangkah beruntungnya mereka kaum mualaf yang belum memiliki catatan dosa dan dapat memanfaatkan empat bulan ini untuk memanen nilai pahala yang melimpah dengan ketaatan ustaz Abdullatif memotivasi. "Mari kita maksimalkan ibadah sholat, zikir dan puasa-puasa sunnah kita di bulan Zulhijjah ini," tutup beliau pada pertemuan kali itu.