Bertepatan dengan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyelenggarakan webinar bedah buku karya alumni beasiswa BAZNAS berjudul “Sepuluh Fabel Anak Nusantara: Gagal Karena Berpisah“, secara daring, Jumat (23/7).

Acara dihadiri Pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan; Kepala Lembaga Beasiswa BAZNAS, Sri Nurhidayah; pendiri Kampung Dongeng Indonesia, Awam Prakoso; dan penulis buku “Gagal Karena Berpisah” Lilik Supiatni yang juga Alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS asal Univeristas Muhammadiyah Mataram NTB.

Lilik berkiprah sebagai guru di SDIT Yarsi Mataram dan ketua Intan Cendekia Course, salah satu lembaga bimbingan belajar yang ada di kota Mataram. Selain itu dia juga aktif menulis dan telah menerbitkan beberapa buku. Webinar ini juga dihadiri oleh berbagai peserta mulai dari kalangan guru dan mahasiswa dengan jurusan keguruan.

Acara dibuka oleh Pimpinan BAZNAS Saidah Sakwan yang sangat mengapresiasi buku garapan Alumni beasiswa BAZNAS ini.

“Anak-anak kita butuh cerita-cerita inspiratif, buku ini merupakan karya jariyah yang berisi cerita-cerita terbaik, di buku ini merupakan cerita yang menginspirasi jika dibaca oleh adik-adik kita,” ucap Saidah.

Tidak hanya mengapresiasi, Saidah juga memberikan masukan kepada penulis buku cerita anak-anak dan berharap penulis dapat menularkan semangatnya dengan menulis berbagai kisah yang merupakan kearifan lokal di Indonesia.

“Ke depan agar dapat lebih dinikmati oleh anak-anak dan menambah literasi anak-anak kita di tengah pandemi, buku cerita anak akan lebih baik jika banyak ilustrasi gambar,” katanya.

Sementara itu Pendiri Kampung Dongeng Indonesia yang dapat menirukan berbagai macam suara berbagai macam suara, Awam Prakoso memberikan apresiasi dan memberikan berbagai masukan dalam sesi talkshow dan pengulasan buku cerita anak.

Awam mengapresiasi karena tidak banyak orang yang menulis buku cerita anak-anak, selain itu dia juga memberikan masukan terkait kepenulisan, observasi cerita, dan kosakata yang digunakan yang dapat diterima oleh anak-anak. Awam juga menyarankan agar memperbanyak ilustrasi gambar dalam buku.

“Setidaknya ada tiga kelebihan penulis, pertama memiliki intensif yang baik, kedua penulis lebih open minded karena banyak yang perlu diobservasi untuk tulisannya dan ketiga penulis lebih disegani oleh masyarakat karena tulisannya," ujarnya.

Dalam acara bedah buku Hari Anak Nasional ini Lilik juga menampilkan pertunjukan mendongeng dengan mengambil salah satu cerita dari bukunya dengan judul “Gagal Karena Berpisah”.

“Saya sangat suka dengan dunia anak-anak, harapan saya dengan menulis ini dengan judul sepuluh fabel nusantara buku ini dapat dibaca dan dimengerti oleh banyak anak Indonesia,” ucap Lilik.

Semoga acara hari anak ini dapat memberikan tambahan ilmu untuk para peserta khusunya guru dan orangtua agar dapat menanamkan karakter-karakter dan kebiasaan-kebiasaan baik kepada anak Indonesia.

 

-------------------------------------
Yuk berdonasi
(Zakat , Infaq, dan Sedekah)
dengan menghubungi
Contact center BAZNAS
WhatsApp: 087877373555
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Dompet Pendidikan BAZNAS
Bank Mandiri 1220.000.881.881
BNI Syariah 928.407.773
a.n. BAZNAS