Ada Cerita Pendamping Ternak BAZNAS di Balik Kesuksesan Mustahik

  • Diposting oleh : Markom BAZNAS
  • Tanggal : 19/05/2021
  • Sunarya tidak pernah merasa lelah menjalankan tugasnya sebagai pendamping BAZNAS (Foto: BAZNAS)


    Di balik cerita sukses para mustahik ternak di Tanah Air, ada peran dari sosok pendamping Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang tangguh. Pendampingan program yang terkadang mengorbankan sisi kehidupan pribadinya demi kemajuan para peternak pendampingan BAZNAS. 

     

    Seringkali peternak mustahik menganggap para pendamping BAZNAS harus serba bisa. Bukan hanya membina dan mendampingi urusan peternakan. Namun juga menjadi tempat curahan hati dan konsultasi masalah kehidupan. Bahkan tak jarang pula jadi tempat berutang.

     

    Ada keteguhan hati para pendamping BAZNAS yang mengajarkan para peternak selama ini. Demikian cerita dari salah satu pendamping Balai Ternak BAZNAS Bogor, Sunarya.

     

    Sunarya, seseorang yang nampak sederhana namun kesungguhan hatinya membaja. Ia tidak pernah merasa lelah menjalankan tugasnya sebagai pendamping BAZNAS.

     

    Menjadi pendamping BAZNAS bukanlah hal yang mudah. Pengorbanan waktu dengan keluarganya sering dihadapi Sunarya. Ia pulang seminggu sekali dan harus tinggal di dekat Balai Ternakk untuk memudahkan proses pembinaan mustahik BAZNAS. Sunarya bercerita waktu tersulit saat ia harus meninggalkan istrinya yang sedang hamil. Ada rasa berat bagi Sunarya.

     

    “Terkadang yang membuat sedih, ketika pulang ke rumah, anak saya kurang akrab dengan saya karena jarang interaksi,” ungkap Sunarya berkaca-kaca.

     

    Jalan terjal dan berliku harus dilalui pendamping BAZNAS, namun itu tidak menyurutkan semangat Sunarya. Sebagai pendamping BAZNAS, ia menyadari bahwa pekerjaannya merupakan ladang amal saleh. Di sinilah kesempatan baginya untuk menjadi bermanfaat bagi sesama.

     

    Selama menjadi pendamping BAZNAS, Sunarya membina 30 peternak mustahik. Setiap peternak mendapatkan empat ekor domba betina dan lima ekor domba bakal jantan. Sunarya sampai harus mencari domba betina ke Garut dan ke Tumenggung, Jawa Tengah untuk mencari domba jantan.

     

    Sunarya membina dan mengajarkan ilmu peternakan kepada para peternak dalam program BAZNAS. Ia mengajarkan bagaimana cara mengawinkan domba, memberikan obat dan vitamin, memandikan domba, dan membersihkan kandang. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Sunarya sebagai pendamping BAZNAS. Karena, tidak semua peternak mudah memahaminya. Sehingga, perlu pembinaan lebih intensif.

     

    Sunarya juga giat mengajarkan kepada para mustahik peternak tentang ilmu bagaimana mencari waktu yang tepat untuk menjual kambing agar bisa mendapat harga jual yang maksimal.

     

    “Perlu bersabar untuk tidak tergesa gesa menjual domba. Ada waktunya. Itu semua agar nilai jualnya bagus,” jelas Sunarya kepada para peternak binaannya.

     

    Kendati begitu, pendamping BAZNAS ini tak pernah menyerah. Sunarya selalu memberikan edukasi kepada para peternak mustahik. Selain peternakan, Balai Ternak BAZNAS Bogor juga mengembangkan usaha pupuk kompos, akikah, dan integrasi pertanian berupa sayuran bayam dan kangkung, serta pembiakkan ikan. Ini diharapkan menjadi penghasilan tambahan bagi para peternak mustahik.

     

    “Semoga dengan model integrasi pertanian, bisa menambah penghasilan peternak mustahik,” pungkas Sunarya.

BAYAR ZAKAT