Sekolah Mulai Tatap Muka, Mustahik Binaan BAZNAS Kembali Aktif Mengajar PRAMUKA

  • Diposting oleh : Community Development
  • Tanggal : 16/02/2022
  • Sekolah Mulai Tatap Muka, Mustahik Binaan BAZNAS Kembali Aktif Mengajar PRAMUKA


    Ibu Isna, salah satu anggota jahit SRIMPY yang merupakan Mustahik Binaan Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS bersama suaminya, Bapak Gito, tampak bersemangat melepas jaket setelah selesai memarkirkan motor di tepi parkiran SD Jombor Kalurahan Srimulyo Kapanewon Piyungan. Keduanya bergegas mengambil peci dari dalam tasnya kemudian memakainya sebagai tanda atau identitas bahwa sore itu keduanya sedang bertugas sebagai pembina PRAMUKA, Jumat, (28/01/2022).

    Beberapa sekolah di Kapanewon Piyungan memang akhir-akhir ini telah menerapkan kegiatan belajar tatap muka. Dampak dari kebiijakan tersebut, kegiatan PRAMUKA di sekolah juga mulai diaktifkan kembali. Bu Isna dan Pak Gito merupakan pasangan suami istri yang sudah lama aktif mengajar PRAMUKA di sekolah tingkat SD dan SMP. Keaktifannya ini dimulai sejak keduanya masih muda dan belum menikah.

    Munculnya pandemi tahun 2020 yang lalu yang menjadi alasan berhentinya kegiatan mengajar PRAMUKA di sekolah-sekolah. Hampir 2 tahun libur akibat pandemi, saat itu lah keduanya mengisi kegiatan dan bekerja dari rumah. Ibu Isna yang notabene seorang guru PAUD dan kader kesehatan Kalurahan Srimartani pada bulan Agustus 2020 mulai bergabung menjadi anggota SRIMPY dan belajar menjahit, hingga bisa membuka jasa jahit hingga sekarang. Sedangkan Pak Gito memilih melanjutkan membuka bengkel kecil di teras depan rumahnya di Padukuhan Pos Piyungan Kalurahan Srimartani.

    Adanya kebijakan pemerintah untuk mengaktifkan kegiatan belajar tatap muka berdampak pada adanya permintaan dari beberapa sekolah kepada Ibu Isna dan Pak Gito untuk kembali mengajar PRAMUKA. Dalam tingkatan pembina PRAMUKA, Ibu Isna masuk dalam tingkat Siaga sehingga lebih diprioritaskan mengajar di tingkat SD, sedangkan Bapak Gito tingkat Penggalang sehingga dapat mengajar SD maupun SMP dengan durasi mengajar rata-rata sekitar 2 jam. Saat ini dalam seminggu keduanya mengajar di 5 sekolah antara lain di SD Payak, SD Mandungan, SD Klenggotan, SD Jombor dan SD Kabregan.

    Aktifnya kegiatan PRAMUKA ini membuat Ibu Isna dan Bapak Gito senang dan merasa bersyukur karena bisa kembali mendampingi anak-anak. Meskipun sudah dimulai kembali, pelaksanaan kegiatan PRAMUKA tetap mematuhi protokol kesehatan. Keduanya berharap kegiatan PRAMUKA dapat terus aktif karena dengan demikian mereka mendapatkan tambahan pemasukan. Terlebih saat ini putra pertama mereka sudah menginjak SMA. Dari kegiatan mengajar PRAMUKA, keduanya mendapatkan pemasukan per orang sekitar Rp30.000 - Rp50.000 per sekali datang. Nominal ini tidak menentu, menyesuaikan pemberian oleh masing-masing sekolah.

     

    #BAZNASRI

    #InovasiBerkaryaUntukUmat

    #LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat

    #GerakanCintaZakat

    #ZakatCommunityDevelopment

>
BAYAR ZAKAT