Peternak Mustahik BAZNAS Pidie Jaya Terapkan Manajemen Pemberian Pakan Udang Vaname

  • Diposting oleh : Pemberdayaan Peternak
  • Tanggal : 22/03/2022
  • Peternak Mustahik BAZNAS Pidie Jaya Terapkan Manajemen Pemberian Pakan Udang Vaname


    Aquakultur sebagaimana kegiatan budidaya pada umumnya sangat menekankan prinsip "bebas penyakit" didalam pelaksanaannya, prinsip ini yang selalu dipegang teguh oleh peternak mustahik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Terlebih lagi dalam manajemen pemberian pakan udang vaname.

    Muhammad Yusuf (30) yang merupakan pengelola udang vaname Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Pidie Jaya sedang menebar pakan ke udang vaname, Kamis (10/3). 

    Jumlah kolam yang tersedia untuk pengelolaan udang vaname saat ini tersedia 5 petak kolam, masing - masing seluas 1.000 meter ada 3 petak, luas 2.000 meter ada 1 petak dan luas 1.200 meter ada 1 petak untuk penampungan air/ tendon. Padat tebar perkolam sebanyak 150 ekor permeter, sehingga perkolam tersebar 150.000 ekor dengan luas kolam 1.000 meter, sehingga total udang vaname sebanyak 450.000 ekor. Adapun kolam yang seluas 2.000 meter masih dalam proses pengisian air dan menunggu kWh meter listrik, karena sebelumnya arus listrik tidak cukup.

    Pengelolaan pakan pada komoditas udang menjadi hal yang penting dalam kegiatan budidaya. Hal ini dikarenakan kebutuhan pakan merupakan salah satu komponen biaya operasional terbesar, berkisar antara 50%–70% dari total keseluruhan biaya di tiap siklusnya. Di sisi lain, pakan juga menyebabkan 60% dari masalah yang ada di dalam tambak melalui akumulasi dari sampah organik.

    Nutrisi dan pemberian pakan memegang peranan penting untuk kelangsungan usaha budidaya hewan akuatik. Penggunaan pakan yang efisien dalam usaha budidaya sangat penting karena pakan merupakan faktor produksi yang paling mahal. Oleh karena itu, upaya perbaikan komposisi nutrisi dan perbaikan efisiensi penggunaan pakan tambahan perlu dilakukan guna menigkatkan produksi hasil perikanan budidaya dan mengurangi biaya pengadaan pakan, serta meminimalkan produksi limbah pada media budidaya, sehingga dapat tercipta budidaya udang yang berkelanjutan

    Jadwal pemberian pakan masih dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu pada pukul 07.00 WIB, 11.00 WIB dan 16.00 WIB. Dalam pemberian pakan, ada pengelolaan pakan yang harus menjadi standar. Pengelolaan pakan ini meliputi:
    1. Penentuan jumlah pakan,
    Penentuan jumlah pakan harus disesuaikan dengan umur udang vaname. Hal ini juga dipengaruhi oleh jumlah benur yang ditebar, pertumbuhan, dan sintasan yang ditargetkan dari budidaya udang vaname. Untuk penentuan jumlah pakan diberikan berdasarkan usia udang vaname yaitu usia 1-30 hari, usia 1-30 hari pemberian jumlah pakan peternak mustahik mengikuti prosedur yang ada dalam tabel, sedangkan usia >30 hari bisa diberikan berdasarkan kebutuhan.

    2. Cara pemberian pakan,
    Cara pemberian makanan udang vaname yang baik harus memperhatikan beberapa hal yang mempengaruhi efektifitas pemberian pakan, berikut cara pemberian pakan vaname:
    • Matikan kincir pada air kolam, setidaknya 15 menit sebelum pemberian pakan.

    • Pakan dengan bentuk tepung/crumble perlu dicampur dengan suplemen berbentuk cair, pemberian suplemen ini untuk meningkatkan kualitas pakan sekaligus agar pakan dapat tenggelam.

    • Berikan pakan dengan takaran yang sudah ditentukan dengan menggunakan sistem penentuan jumlah pakan berdasarkan kebutuhan. Jangan berikan pakan dalam jumlah berlebihan, karena dapat memperburuk kualitas air, menurunkan kadar O2 terlarut, meningkatkan kadar bahan organik total sehingga kadar amoniak dan nitrit meningkat, meningkatkan bakteri patogen/senyawa toksik dan menyebabkan pembusukan di dasar tambak. 

    • Sebarkan secara merata pakan vaname, baik makanan udang vaname tradisional maupun pelet udang vaname.

    3. Frekuensi pemberian pakan,
    Pemberian makanan udang vaname juga turut menentukan keberhasilan pemberian pakan.

    Disarankan untuk memberikan pakan dengan pertimbangan sigat udang vaname dan kemampuan udang vaname dalam memproses makanan.

    Udang vaname dapat memproses pakannya dalam waktu antara 3-4 jam. Oleh karena itu, disarankan pemberikan pakan sesuai dengan waktu biologisnya.

    • Pada udang vaname kecil, disarankan untuk memberikan pakan dalam frekuensi 2-3 kali/hari. Ini dikarenakan udang kecil masih memakan pakan alami udang vaname seperti fitoplankton dan zooplankton yang ada dikolam.

    • Sedangkan pada udang vaname besar, frekuensi pemberian pakan vaname harus lebih sering. Berikan pakan pelet udang vaname sesuai dosis dengan frekuensi 4-6 kali/hari.

    Pada udang vaname besar, frekuensi pemberian pakan ini juga dipengaruhi oleh ada tidaknya pakan alami didalam kolam dan jenis pakan vaname yang akan berikan.

    Semakin pada nutrisi, maka frekuensi pemberian pakan bisa cukup 4 kali/hari.

    4. Pemuasaan dalam pemberian pakan, dan
    Pemuasaan bukan hanya penting untuk sistem metabolisme manusia, puasa juga penting untuk sistem metabolisme udang vaname.

    • Pengurangan pakan secara periodik/pemuasaan merupakan salah satu cara tepat untuk menurunkan laju metabolisme udang vaname dan akumulasi sisa pakan.

    • Lakukan pengurangan dosis pakan sebesar 30-60% dari berat biomassa udang, sebanyak 1 kali dalam seminggu.

    • Selain baik untuk kesehatan udang, pemuasaan ini juga dapat menghemat biaya pakan sebanyak 23% jika diterapkan secara benar dan rutin.

    5. Pergiliran pakan.
    Selain pemuasaan, pergiliran pakan protein juga bermanfaat untuk menekan biaya pakan. Pergiliran pakan dapat dilakukan dengan melakukan pergiliran pakan protein tinggi dan rendah.

    Ini dikarenakan kandungan protein dalam pakan sangat mempengaruhi harga pakan dipasaran. Caranya:

    • Saat udang vaname berumur 30 hari, berikan pakan protein tinggi berupa bubuk.

    • Pada saat udang vaname berumur 2-3 bulan, lakukan pergiliran pakan dengan cara 2 hari berturut-turut pakan protein rendah, dan 1 hari pakan protein tinggi.

    • Lihat kandungan protein pada label kemasan pakan. Umumnya, pakan protein tinggi mengandung 30-35% protein, sedangkan pakan protein rendah mengandung 28% protein.

    • Dosis pemberian pakan disesuaikan dengan cara penentuan dosis pakan vaname seperti yang sudah dijelaskan diatas.

    Betapa pentingnya manajemen pakan dalam budidaya udang, diharapkan dapat meminalisir kematian udang. Dan yang paling penting adalah dapat meningkatkan produktiftas, sehingga nilai jual sangat tinggi dan memberikan dampak pada peningkatan pendapatan peternak mustahik.

>
BAYAR ZAKAT