BAZNAS Lakukan Pengukuran Keberhasilan Program di Balai Ternak Magelang dan Blora

  • Diposting oleh : Pemberdayaan Peternak
  • Tanggal : 26/08/2021
  • BAZNAS Lakukan Pengukuran Keberhasilan Program di Balai Ternak Magelang dan Blora


    Pemberdayaan peternak mustahik merupakan salah satu program pendayagunaan yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Dalam perjalanannya membutuhkan proses berkelanjutan sehingga target akhir pencapaian program tidak dapat langsung diperoleh dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, pendayagunaan menjadi hal yang dinamis sehingga membutuhkan alat ukur tersendiri untuk menentukan dampak dari suatu program.

    Salah satu alat ukur yang sudah digunakan oleh BAZNAS dalam mengukur dampak program kepada Balai Ternak BAZNAS adalah Indeks Pendayagunaan Zakat.

    Hasil pengukuran dari IPZ ini juga memberikan gambaran apakah sebuah program balai ternak siap dimandirikan atau exit dari wilayah pendampingan BAZNAS. Selain menggunakan IPZ, inovasi standar pengukuran penunjang lainnya yang dilakukan oleh LPPM BAZNAS adalah Indeks Performa Balai Ternak (IPBT). BAZNAS melalui Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik biasanya melakukan pengukuran IPZ setelah program berjalan minimal 6 bulan dan kemudian diperbaharuhi setiap tahunnya. Pengukuran IPBT dan IPZ ini telah dilakuan oleh BAZNAS pada 23-25 Agustus 2021 di Balai Ternak BAZNAS Magelang dan Balai Ternak BAZNAS Blora.

     

    Pengukuran Indeks Pendayagunaan Zakat dilakukan melalui proses wawancara dan kunjungan langsung ke kelompok peternak serta melihat data perkembangan program. Ada lima aspek yang diukur pada pengukuran IPZ ini yaitu aspek sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, dan dakwah. Hasil pengukuran IPZ ini akan menjadi dasar langkah intervensi program pada tahap selanjutnya di Balai Ternak.

    Sedangkan pengukuran Indeks Performa Balai Ternak BAZNAS meliputi beberap aspek penilaian yaitu penguatan kelembagaan, penguatan kapasitas masyarakat, indikator pengembangan usaha masyarakat, dan indikator pengembangan jaringan kerja,

    IPZ maupun IPBT akan menjadi tolok ukur dalam menentukan waktu kemandirian atau exit dari program Balai Ternak. Adapun tolok ukur keberhasilan program Balai Ternak BAZNAS apabila program Balai Ternak BAZNAS telah exit dari wilayah sasaran maka proses pendampingan tetap berjalan yang dimotori oleh peternak (kader) dalam organisasi peternak yang telah dibentuk. Bila hal ini tidak terjadi maka dapat dikatakan proses pemberdayaan peternak masih perlu penguatan pendampingan. Untuk itu perlu sebuah strategi dalam proses pemandirian.

    Selain melakukan pengukuran dampak, Untuk menjaga agar program tetap berjalan pada pasca program, selain dibentuk kader lokal maka dibentuk pula kelembagaan lokal sebagai wadah pengembangan program yang berfungsi sebagai lembaga kontrol dalam perguliran pembiayaan, keberlanjutan dan pengembangan program, pengembangan usaha dan menciptakan ikatan para peternak agar tetap memelihara ternak secara mandiri.

>
BAYAR ZAKAT