"https://baznas.go.id/101"
  • Tanggal : 16/07/2019
  • Diposting oleh : Admin

Ibadah kurban yang dilakukan setiap Muslim pada Hari Raya Idul Adha memiliki sejarah yang kisahnya dapat dijadikan pelajaran bagi setiap umat dalam menjalani kehidupan di dunia dan sebagai bentuk ketaatan pada Allah Subhanahu Wata`ala.

Hari Raya Idul Adha dan berkurban tak bisa lepas dari sejarah Nabi Ibrahim Alaihis Salam (AS) dan anaknya Nabi Ismail AS. Nabi Ibrahim menikah dengan Siti Sarah, namun setelah bertahun-tahun pernikahannya tak kunjung memiliki anak. Lalu Siti Sarah mengizinkan Nabi Ibrahim untuk menikah lagi dengan Siti Hajar yang kemudian dikaruniai satu orang anak yakni Ismail.

Banyak perbedaan yang menyebut usia Nabi Ibrahim ketika dikaruniai seorang anak, ada yang menyebut ketika usia 86, 90, bahkan 100 tahun. Namun bisa dibayangkan betapa besar harapan Nabi Ibrahim memiliki seorang anak yang tentu sangat ia sayang ketika anaknya lahir.

Keluarga Nabi Ibrahim hidup dengan penuh kebahagiaan dan ketaatan. Namun, suatu ketika, saat Nabi Ibrahim tidur, ia bermimpi didatangi seseorang yang diutus oleh Allah SWT yang menyampaikan pesan bahwa ia harus menyembelih anaknya, Ismail.

Ia tak yakin, pesan tersebut benar-benar datang dari Allah atau bukan. Nabi Ibrahim pun memikirkannya, merenung dan berdoa kepada Allah SWT. Kemudian di hari berikutnya, ia kembali bermimpi hal serupa, yakni menyembelih anaknya, kali ini ia yakin dan percaya bahwa pesan ini benar berasal dari Allah SWT.

Arti dari mimpi tersebut ialah, Allah SWT menguji seberapa besar bentuk kesabaran, ketaatan, dan keikhlasan Nabi Ibrahim.  Setelah diuji karena tak kunjung dikaruniai anak, kini Nabi Ibrahim diuji kembali, anak tercintanya yang telah ia harapkan kini harus ia sembelih atas perintah Allah SWT.

Kemudian, pada 10 Zulhijah, Nabi Ibrahim membawa anaknya ke sebuah daerah di Makkah untuk disembelih, Nabi Ismail pun tak menolak, taat, dan menuruti apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. Ketika akan disembelih, Nabi Ismail pun digantikan oleh malaikat dengan domba.

Kisah ini kemudian menjadi sejarah awal mula Ibadah Kurban di Hari Raya Idul Adha yang ditunaikan oleh umat Muslim.

Tentunya, kisah Nabi Ibrahim dan Ismail ini dapat diteladani oleh umatnya, bagaimana keikhlasan, kesabaran, dan ketaatannya kepada Allah SWT. Nilai-nilai ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam menghadapi cobaan dan ujian kehidupan.