logo

Copyright ©2018 BAZNAS


BAZNAS Pamerkan Pemberdayaan Batik di Eco Fashion Week

BAZNAS memamerkan tenun karya mustahik dari Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) serta batik karya mustahik dari Tuban, Jawa Timur pada acara Eco Fashion Week Indonesia yang diselenggarakan di Gedung Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat pada 30 - 02 Desember 2018. Tenun dan batik ini merupakan hasil produk dari program pemberdayaan Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS.

Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS, Randi Swandaru mengatakan, dunia fashion saat ini tengah berkembang pesat, dengan ikut sertanya hasil kerajinan para mustahik ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dan penghasilan para pengrajin.

"Kain batik dan tenun merupakan karya agung khas Indonesia yang menduniakan, dengan produk-produk ini BAZNAS berharap mustahik dapat turut berperan dalam pelestarian khasanah budaya ini," katanya.

Ia menambahkan, pemberdayaan zakat yang dilakukan BAZNAS tidak hanya di daerah perkotaan saja, tapi juga mencapai pelosok-pelosok di Indonesia yang memiliki potensi sumberdaya. Program ZCD yang dikembangkan BAZNAS di Desa Mbuliloo, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur dilakukan karena di desa tersebut memiliki potensi unggul di bidang fashion.

Namun, menurut Randi, masih banyak para pembuat tenun di Desa Mbuliloo yang hidup di bawah garis kemiskinan. Sehingga BAZNAS bersama komunitas Sahabat Pulau Indonesia menginisiasi program pemberdayaan. 

Dalam melakukan pemberdayaan produk fashion tersebut, BAZNAS turut mendukung upaya perlindungan alam sesuai konsep Zakat on SDGs (Sustainable Development Goals).

Selama beberapa bulan, BAZNAS melakukan pembinaan pengrajin tenun dengan melatih penggunaan warna alam, benang khusus, dan tema khusus sesuai permintaan konsumen yang sedikit dimodifikasi lebih trendi. 

"Hasil karya para mustahik dari pelatihan itu ditampilkan di acara ini, produk-produknya menggunakan pewarna alam dan fashion berbasis alam atau ecofashion," katanya.

ZAKAT SEKARANG