logo

Copyright ©2018 BAZNAS


BAZNAS Sambut Baik Indonesia Jadi Negara Paling Dermawan

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyambut baik atas pencapaian Indonesia menjadi negara yang paling dermawan sedunia. Hal itu diketahui dari laporan World Giving Indeks oleh Charities Aid Foundation (CAF), pada Oktober 2018 ini. 

Ini adalah pertama kalinya Indonesia berhasil menduduki peringkat satu setelah berada di peringkat kedua pada 2017 lalu.

Terdapat tiga aspek penilaian dalam laporan CAF World Giving Index 2018 yang dilakukan kepada 146 negara, yaitu membantu orang yang tidak dikenal, donasi bantuan amal, dan relawan yang ikut andil dalam proses tersebut. 

Direktur Utama BAZNAS, Arifin Purwakananta mengatakan, BAZNAS menyambut baik dan berterimakasih kepada masyarakat Indonesia karena sudah menjadi rakyat yang dermawan dan banyak yang tergerak menjadi relawan kemanusiaan, hal itu terbukti dari penilaian lembaga internasional CAF yang menempatkan Indonesia pada posisi pertama.

"BAZNAS berterimakasih, Indonesia mengalahkan banyak negara-negara besar. Indonesia ini negara yang masyarakatnya dermawan, kedermawanan ini yang membuat Indonesia bisa bertahan dari hal-hal seperti masalah ekonomi, sosial, politik," katanya.

Ia menambahkan, Indonesia diisi oleh profil-profil humanis yang berjiwa sosial, peduli sesama, sabar, dan saling menolong yang itu merupakan karakter baik dalam peradaban Indonesia. Arifin juga mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk terus melakukan hal kebaikan dan dapat jadi contoh baik kepada negara-negara lain.

"BAZNAS berharap, pencapaian ini jadi momentum untuk lebih meningkatkan rasa kepedulian masyarakat Indonesia yang selama ini belum bisa mengeluarkan kepeduliannya secara langsung," katanya.

Arifin mengatakan, kepedulian ini juga ditopang langsung oleh banyak organisasi pengelola zakat di Indonesia yakni dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), lembaga amil zakat lain dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Menurutnya, potensi donasi yang berasal dari masyarakat Muslim Indonesia berjumlah Rp217 triliun, sementara yang baru bisa dihimpun secara formal saat ini berjumlah Rp7 triliun.

"Itu menandakan masih banyak yang bisa dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk kedepan sehingga masayrakat zakat Indonesia mejadi sangat berperan dalam membetuk pribadi dermawan. Maka BAZNAS mengajak seluruh BAZNAS Kabupaten, Provinsi/Kota, lembaga-lembaga amil zakat, UPZ, dan para tokoh-tokoh zakat untuk terus mengkampanyekan dan mendorong kebaikan kebaikan dari dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf," kata Arifin.

Setiap tahun, kepedulian masyarakat untuk berbagi juga meningkat, seperti ditunjukkan oleh peningkatan jumlah penghimpunan zakat, infak dan sedekah melalui organisasi pengelola zakat yang naik sekitar 30 persen setiap tahunnya.

Data yang dikeluarkan Charities Aid Foundation (CAF) dalam laporan  World Giving Index 2018 menyebut, Indonesia menempati posisi pertama dengan CAF World Giving Index score keseluruhan 59%. Nilai membantu orang tak dikenal sebesar 46%, donasi bantuan amal 78%, dan nilai relawan sebesar 53%.

Menyusul di posisi kedua adalah Australia dengan score keseluruhan yakni 59%, posisi ketiga ditempati oleh Selandia Baru dengan score keseluruhan 58%, Amerika Serikat diposisi keempat score keseluruhan 58% dan Irlandia berada di posisi kelima dengan 56%.

ZAKAT SEKARANG