Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melakukan pembangunan hunian sementara (Huntara) dan fasilitas MCK untuk masjid terdampak bencana banjir di Nusa Tenggara Timur. Sejak Minggu (21/11) tim recovery BAZNAS diberangkatkan menuju Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur untuk melakukan pembangunan.

Persiapan bahan baku dilakukan selama 5 hari, lalu pada hari ke 6 yaitu Sabtu (26/11) tim mulai bergerak melakukan pembangunan.

Sebanyak 20 unit Huntara dibangung di Pulau Adonara. Sedangkan fasilitas MCK untuk masjid terdampak dibangun di 8 titik lokasi masjid yaitu 2 masjid di Pulau Lembata dan 6 masjid di Pulau Adonara. Saat ini pengerjaan MCK untuk masjid terdampak sedang berjalan di 2 titik lokasi yaitu di Masjid Babul Jannah Desa Amakaka Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata, dan di Masjid Babbussalam Desa Waowala Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata.

 

Proses pembangunan Hunian Sementara (HUNTARA) di Pulau Adonara

 

Proses perbaikan MCK masjid terdampak di Pulau Lembata

 

Sekadar informasi, sebelumnya Pulau Adonara dan Pulau Lembata diterjang siklon tropis seroja di perairan Nusa Tenggara Timur pada April 2021 yang lalu. Akibat dari siklon tropis tersebut sungai meluap dan menyebabkan banjir yang meluluhlantakkan beberapa rumah penduduk di bantaran sungai aliran kawasan gunung Ile Ape Lewotolok serta kawasan gunung Ile Boleng.

Pada April 2021 lalu, BAZNAS Tanggap Bencana telah melakukan respon darurat bencana di Nusa Tenggara Timur. Saat ini tim sedang melakukan masa pemulihan dengan pendirian Hunian Sementara (Huntara) dan fasilitas MCK. Harapannya masa pemulihan yang dilakukan dapat memfasilitasi kebutuhan dasar sanitasi dan kebutuhan papan para penyintas banjir di Nusa Tenggara Timur.

Terkait