Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali memperkuat jejaring kerelawanan penanggulangan bencana di daerah, dengan membentuk  BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Maros, pada Selasa (03/12). Pembentukan BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Maros ini didahului dengan pelatihan manajemen bencana tingkat dasar.

Pelatihan ini digelar atas kerjasama antara BAZNAS Tanggap Bencana dan BAZNAS Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Dilaksanakan selama 2 hari ini, pelatihan diikuti 55 orang relawan dari berbagai organisasi keagamaan di Kabupaten Maros, diantaranya BKPRMI dan Bulan Sabit Merah (BSM).

Ketua BAZNAS Maros, Andi Said Patombongi menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini diperlukan untuk mengantisipasi bencana yang terjadi, khususnya di Kabupaten Maros yang merupakan daerah dengan risiko bencana tinggi.

“Maros merupakan daerah rawan bencana. Relawan yang memiliki kemampuan dasar tanggap bencana sangat dibutuhkan di sini agar lebih siap menghadapi dan penanggulan bencana. Walaupun tim tanggap bencana bentukan BAZNAS ini bukanlah pemeran utama saat bencana terjadi, namun setidaknya mereka sudah berbekal ilmu untuk menjadi relawan saat terjadi bencana di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Untuk membekali para relawan agar dapat bertugas di lokasi terdampak bencana, pelatihan ini juga mengundang BPBD, BASARNAS dan PMI setempat sebagai pemateri pelatihan. Dalam hal ini, peserta memperoleh materi pengenalan BAZNAS Tanggap Bencana, teknik dokumentasi, dasar-dasar manajemen bencana, pertolongan pertama pada gawat darurat dan teknik penyelamatan di air.

Melalui pelatihan manajemen bencana tingkat dasar ini diharapkan nantinya BAZNAS Kabupaten Maros tidak hanya berperan untuk menyalurkan bantuan, namun juga mampu ikut terjun langsung ke lokasi terdampak bencana untuk memberikan pertolongan kepada para penyintas sehingga dapat mendorong semangat hidup penyintas dalam menghadapu musibah bencana.