BAZNAS Tanggap Bencana menggelar kegiatan Jambore Nasional BAZNAS Tanggap Bencana pada tanggal 12 – 13 November 2019 di BUPERTA Cibubur.  Kegiatan Jambore yang dilaksanakan selama 2 hari ini diikuti oleh 79 peserta perwakilan dari BAZNAS Tanggap Bencana 11 Provinsi (Sumatera Barat, Bengkulu, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Sulawesi Utara, dan Papua) serta 5 lembaga program (Lembaga Beasiswa BAZNAS, Mualaf Center BAZNAS, Zakat Community Development, Rumah Sehat BAZNAS Indonesia dan Layanan Aktif BAZNAS). Mengusung tema “Perkuat Ukhuwah, Satukan Visi, Junjung Tinggi Nilai Kemanusiaan” Jambore Nasional ini dimaksudkan untuk memperkuat ukhuwah dan koordinasi antara BAZNAS Tanggap Bencana Pusat dengan BAZNAS Tanggap Bencana Daerah serta lembaga program lainnya yang terkait dalam bidang penanggulangan bencana.

Kegiatan Jambore Nasional BAZNAS Tanggap Bencana dibuka oleh Bapak Irfan Syauqi Beik selaku Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS dan pemberian motivasi oleh Ahmad Fikri selaku Kepala Divisi Pendistribusian kepada peserta Jambore Nasional BAZNAS Tanggap Bencana. Penyelenggaraan kegiatan Jambore Nasional BAZNAS Tanggap Bencana dilatarbelakangi adanya tantangan yang sering ditemukan di lapangan yaitu belum ada standardisasi kelembagaan dan program di daerah serta fungsi koordinasi yang belum berjalan dengan baik. Oleh karena itu, pada hari pertama kegiatan Jambore Nasional BAZNAS Tanggap Bencana ini diisi dengan kegiatan transfer gagasan dalam bentuk pleno yang dibagi menjadi 4 bagian yaitu Komandan, Divisi Respon, Divisi PRB dan Divisi Umum. Melalui pleno ini diharapkan dapat memberikan alternatif dari tantangan yang dihadapi di lapangan. Selain itu, dalam kegiatan Jambore Nasional BAZNAS Tanggap Bencana ini juga diadakan focus group discussion untuk membahas pertanyaan apa saja yang sering menjadi kebingungan relawan ketika bertugas di lapangan. Kegiatan focus group discussion ini mengundang U-Inspire sebagai fasilitator.

Jambore Nasional BAZNAS Tanggap Bencana juga diisi dengan gladi posko untuk mempraktekan alur koordinasi pada saat respon tanggap darurat.  Dalam gladi posko yang mengambil setting kejadian bencana gempa bumi ini, peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok harus berbagi peran dan tugas dalam melaksanakan respon tanggap darurat dan menjalankan alur koordinasi baik dengan BNPB, BPBD maupun dengan BAZNAS Tanggap Bencana Pusat. Setiap kelompok pun melakukan giat pelayanan bagi para penyintas mulai dari melakukan evakuasi, membuka posko layanan kesehatan, distribusi logistik hingga membuka layanan dapur umum.

Kegiatan Jambore Nasional BAZNAS Tanggap Bencana ditutup dengan penyematan pangkat secara simbolis oleh Direktur BAZNAS Tanggap Bencana kepada perwakilan Komandan Kota/Kabupaten dan Provinsi. Perwakilan BAZNAS Tangga Bencana Kota/Kabupaten diwakilkan oleh Agung Arif dari BAZNAS Tanggap Bencana Kota Mimika dan Cili Wibowo dari BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Cilacap. Sedangkan Provinsi diwakilkan oleh Junaidi dari BAZNAS Tanggap Bencana Provinsi Bengkulu. Dengan berakhirnya kegiatan Jambore tahun ini diharapkan dapat menjadi wadah transfer gagasan antar pusat dan daerah untuk menciptakan program-program yang lebih inovatif. Selain itu, berkumpulnya tim BAZNAS Tanggap Bencana dalam kegiatan Jambore Nasional ini dapat memperkuat ukhuwah dan rasa kesatuan antar tim BAZNAS Tanggap Bencana baik di pusat maupun daerah. Ukhuwah dan rasa kesatuan yang kuat ini akan menjadi landasan koordinasi yang lebih baik, sehingga terwujudnya program yang terstandardisasi tanpa menghilangkan ciri khas kondisi masing-masing daerah.