Tenaga Pendidik Sekolah Cendekia BAZNAS meraih kesempatan untuk mempresentasikan papernya di ajang internasional. Priyanti dan tim mengangkat isu lingkungan dalam Konferensi Internasional Young Scholar Symposium on Science Education and Environment (YSSSEE) 2020.

Paper berjudul The role of agroedu-tourism Program in Enhancing Young Generation's Knowledge on Urban Farming: Hydroponics Technique dinyatakan lolos review sesi pertama. Pada presentasinya, Priyanti dan tim menyampaikan program edukasi tentang pertanian bagi generasi muda yakni Agroedu-wisata. Program unggulan Sekolah Cendekia BAZNAS ini dipilih karena dapat menyesuaikan kondisi lingkungan dan dikemas dengan metode pembelajaran yang menyenangkan. Selain itu memberikan pengaruh terhadap pengetahuan hidroponik sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan.

"Ada peningkatan skor rata-rata pengetahuan peserta dari sebelum ke sesudah mengikuti kegiatan agrowisata sebesar 37.5 persen," tutur Priyanti pada presentasinya beberapa waktu lalu.

Dalam konferensi melalui zoom tersebut, terdapat 105 paper terpilih dari Indonesia dan Malaysia. Topik yang dibahas diantaranya, sains murni dan pendidikan (Fisika, Matematika, Biologi, Kimia dan Lingkungan). Selain topik yang menarik, menurutnya proses penelitian menjadi lebih mudah dengan data yang sudah didapat. Data awal tersebut dikembangkan dan analisisnya dijadikan jurnal.

"Program Agroeduwisata Sekolah Cendekia BAZNAS memang di-desain untuk dilakukan pengukuran peningkatan pengetahuan peserta kunjungan dari sekolah lain dengan menggunakan tools yang sudah disiapkan," ujarnya.

Konferensi turut menghadirkan pemateri yang berasal dari Indonesia, Yunani, Korea Selatan, dan Turki. Selanjutnya, naskah terpilih dan lolos review sesi kedua akan dipublikasikan di JPCS (Journal of Physics: Conference Series) IOP Publishing. (Humas dan CC SCB)