Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa Penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung dan stroke) adalah penyebab kematian nomor satu di dunia. Penyakit ini telah memakan korban sebanyak 17,3 juta orang setiap tahunnya. Di Indonesia, penyakit ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi sehingga seluruh masyarakat perlu mengambil peran dalam mencegah tingginya angka kesakitan dan kematian. Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) yang diperingati setiap tanggl 29 september ini menjadi salah satu bentuk upaya edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian  masyarakat global tentang bahaya penyakit kardiovaskuler, serta membantu publik untuk melawan menurunkan beban penyakit jantung secara global, sehingga diharapakan masyarakat mampu mengendalikan faktor-faktor utama penyebab penyakit jantung dan stroke.

Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta dalam hal ini ikut berkontribusi memperingati Hari Jantung Sedunia dengan menggandeng Yayasan Jantung Indonesia, Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Jetis Bantul, BAZNAS DIY, Puskesmas Jetis 1 dan Puskesmas Jetis 2 melalui kegiatan Senam Jantung dan Talk Show yang bertema “Sayangi Jantungmu, Perhatikan Pola Hidupmu” pada tanggal 27 September 2019. Kegiatan yang diselenggarakan di Halaman Kantor Kecamatan Jetis ini dikuti oleh 691 peserta PKH dan 60 tamu undangan. Selain kegiatan tersebut, adapula pemeriksaan tekanan darah dan konsultasi kesehatan bersama Puskesmas Jetis 1, Puskesmas Jetis 2 dan Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta. Peserta yang hadir diacara tersebut diberi stiker “Jantung Sehat” yang bisa ditempelkan dirumahnya masing-masing nantinya sebagai media edukasi.

Penyakit jantung yang bukan disebabkan oleh kelainan atau faktor keturunan pada dasarnya bisa dicegah dengan menjalani pola hidup sehat, seperti yang dipaparkan oleh Ibu Hj. Siti Mardiyati dari Yayasan Jantung Indonesia  bahwa ada cara efektif untuk mencegah munculnya penyakit jantung yaitu dengan menerapkan 5 Panca Usaha Jantung Sehat, yaitu Seimbangkan gizi,  Enyahkan Rokok, Hadapi dan atasi stres, Awasi tekanan darah dan Teratur berolahraga. Dengan adanya kegiatan ini kami berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terutama peserta PKH dalam pencegahan Penyakit Jantung.