Para perajin Putri Berdikari batik melakukan pertemuan dengan Mitra Sahabat Pulau Indonesia melalui virtual Zoom meeting dengan agenda membicarakan pemasaran produk dan manajemen produksi, pada Senin (17/1).

Dalam kesempatan ini 13 perajin menjelaskan beberapa kemajuan dalam pemasaran produk dan manajemen produksi.

"Dalam pertemuan ini kami mengevaluasi beberapa hal terkait pemasaran produk dan manajemen produksi kami menjelaskan bahwa ada perbedaan antara sistem pencatatan produk pada tahun 2018-2019 dengan tahun 2021 dan 2022 pada tahun ini kami mulai melakukan pencatatan terhadap harga proses produksi dari setiap produk misalnya dalam satu kain akan tertera HPP jenis motif ukuran kain dan kode kain model pencatatan ini sudah pernah kita lakukan tetapi tidak dalam bentuk digital beruntung dalam pendampingan ini kami dibantu untuk melakukan pencatatan dalam bentuk digital dan untuk selanjutnya akan dipelajari oleh divisi pemasaran produk," kata salah satu perajin, Warsimah.

Para perajin di divisi pemasaran produk juga menjelaskan beberapa capaian yang mereka peroleh dari tahun 2019-2021. Capaian-capaian yang dijelaskan masih dalam lingkup prestasi pemasaran produk dan manajemen produk. saat dikonfirmasi Warsimah menjelaskan bahwa peningkatan produksi pada tahun 2019-2020 mengalami perbedaan yang cukup jauh tentang jumlah produk pada 2019 lebih dari 30-40 kain yang diproses sementara pada 2020 lebih dari 50 kain yang diproses itu masuk sampai ke 2021.

Dan dari kain yang sudah diproses pada tahun 2019-2020 dan 2021 Hampir setengahnya laku terjual, melebihi Rp30.000.000. "Ini merupakan kemajuan yang kami anggap serius dalam proses produksi kain batik tulis pewarna alam. Jujur untuk menjalankan program 'Eco Fashion Community' banyak sekali tantangan yang kami temui salah satunya adalah tantangan warna. Orang masih sering membandingkan antara pewarnaan alam dan pewarnaan sintetis orang-orang masih sering menilai warna sintetis lah yang paling baik dibanding warna alam, ini di lingkungan kami, dan ini adalah tantangan kami," katanya.

Untuk produk yang sudah diproduksi dengan melalui tahapan-tahapannya akan dikemas dengan standar pengemasan Putri Berdikari Batik, menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Dalam agenda diskusi pemasaran produk dan manajemen produksi para perajin masih banyak belajar untuk memajukan kelompok.

Hal ini dijelaskan Mitra SPI, "Tiga tahun adalah waktu pendek untuk belajar kami masih ingin melengkapi proses yang ada dan membutuhkan keseriusan dari para perajin untuk bisa menyediakan banyak waktu untuk bisa berproses menjadi UKM bisnis fashion yang stabil dan siap untuk menghadapi masa depan era 5.0. Sebanyak 13 perajin Putri Berdikari Batik, dua di antaranya adalah divisi pemasaran produk melakukan diskusi bersama Mitra Sahabat Pulau Indonesia," katanya.

Virtual Zoom meeting itu membicarakan pemasaran produk dan manajemen produksi. Untuk pelaksanaan tindak lanjut kemajuan dalam pemasaran produk dan manajemen produksi salah satu perajin menjelaskan "Pada evaluasi pencatatan sistem produk pada tahun 2019-2020 dengan tahun 2021 dan 2022 pada tahun ini berbeda. Perbedaannya, tahun ini sudah digital catalog untuk produk, dan sudah menggunakan excel untuk mencatat pemasukan. Ini juga dibantu oleh ZCD BAZNAS RI melalui sahabat ZCD Sumurgung. Misalnya dalam satu kain akan tertera HPP jenis motif ukuran kain dan kode kain model. Semua catatan bisa dilihat di data MIS Zakat Community Development (https://zcd.baznas.go.id/info-desa?id=101)”

Dua perajin di divisi pemasaran produk juga menjelaskan beberapa capaian yang mereka peroleh dari tahun 2020 dan 2021. Omzet penjualan pada tahun 2020 Rp5.625.000 dan tahun 2021 Rp26.012.000 (data ini terinput dalam aplikasi MIS ZCD-Baznas RI). Sementara data penjualan 2018-2019 tercatat manual. Capaian-capaian yang dijelaskan masih dalam lingkup prestasi pemasaran produk. Sementara manajemen produk mengalami peningkatan pengemasan dan cara mempromosikan barang. Tampilan produknya bisa dipantau di akun medsos Instagram @putriberdikari_batik.

Warsimah mengakui untuk menyempurnakan katalog agar pelanggan dengan mudah melihat harga dari produk kami.

Sementara dalam agenda diskusi pemasaran produk dan manajemen produksi para perajin masih banyak belajar untuk memajukan kelompok. Mitra Sahabat pulau terkait tiga tahun pendampingan menjelaskan, “Tiga tahun pendampingan yang kami lakukan adalah pelatihan skill membatik, pendamping pengumpulan motif, pembelajaran eco fashion, pendampingan dan pembelajaran praktek dari nol untuk membantik dengan pewarnaan alam, dalam perjalanannya di semester 5, selain terus meningkatkan kualitas produk, mulai dikenalkan dengan strategi promosi, dan pengenalan E-commerce dilakukan dengan menghadirkan pembicara dari Gojek Indonesia. Semuanya masih level pembelajaran dan pengenalan."

 

#BAZNASRI

#InovasiBerkaryaUntukUmat

#LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat

#GerakanCintaZakat

#ZakatCommunityDevelopment


Terkait