Studio Batik Kelompok Usaha Putri Berdikari Batik Sumurgung menerima kunjungan dari BAZNAS Kabupaten Tuban pada Selasa (23/11). Kunjungan tersebut rutin dilakukan sebulan sekali oleh BAZNAS Kabupaten Tuban. Dalam kunjungan tersebut BAZNAS Kabupaten Tuban tidak hanya mengontrol proses produksi dan proses pemasaran produk melainkan ikut memberikan arahan terkait prosesnya.

“Bahwa proses pewarnaan alam berbeda dengan proses pewarnaan sintetis seperti yang sudah dijelaskan oleh para perajin bahwa pewarnaan alami terkadang tidak dapat dipastikan warnanya. Namun, hal tersebut membuat para perajin mesti melakukan pencatatan terhadap proses yang dilewati khusus pewarnaan alam, takaran dan juga terhadap pencampuran warna,” ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Tuban, Saropah.

Poin utama yang menjadi bahan masukan dari BAZNAS Kabupaten Tuban perihal pembukuan keuangan, proses produksi membatik, dan proses pewarnaan. Hal ini diterangkan langsung oleh Saropah.

“Untuk proses pembukuan, ini catatannya sudah bagus, mungkin untuk pemasaran produk saya kira perlu diperhatikan lagi. Kalau bisa menjangkau sekolah atau dinas-dinas sebab yang lebih banyak dibutuhkan adalah seragam. Untuk proses membatik, boleh juga menggunakan cap sehingga prosesnya bisa lebih cepat. Untuk warna alam, carilah warna yang stabil”. ujarnya.

Pada produksi bulan Oktober lalu, motif yang dibuat oleh para perajin menggabungkan motif klasik dengan motif modern. Tiga motif modern kombinasi klasik dipinang oleh salah satu pegawai BAZNAS Kabupaten Tuban dengan harga Rp400.000,00 untuk masing-masing motif. Menurut pegawai tersebut bahwa warna kulit rambutan ini bagus dan lebih menarik.

Di sela-sela kunjungan, empat mustahik binaan ZCD BAZNAS melanjutkan proses pengolahan warna kulit rambutan. Divisi produksi mengatakan “proses pengolaan hari ini lebih kepada proses penjemuran kulit rambutan. Ada 50 kg kulit rambutan yang melalui proses penjemuran. Proses penjemuran ini akan membuat warna yang dihasilkan semakin gelap. Coklat mendekati hitam. Sementara untuk rambutan basah, bisa menjadi coklat atau abu-abu dengan proses penguncian yang berbeda," kata mustahik binaan BAZNAS, Minthuk.

 

#BAZNASRI
#InovasiBerkaryaUntukUmat
#LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat
#GerakanCintaZakat
#ZakatCommunityDevelopment


Terkait