Sabtu (7/9), Badan Amil Zakat Nasional RI (BAZNAS RI) melalui Lembaga Zakat Community Development (ZCD) telah melaksanakan kegiatan launching atau peluncuran Kampung Zakat di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan dengan wilayah berketinggian 1.400 MDPL. Desa Kahayya telah ditetapkan sebagai lokasi program Kampung Zakat yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI bersama dengan Badan Amil Zakat Nasional RI (BAZNAS RI). Kegiatan ini dilakukan oleh Sekretaris Dirjen Bimas Islam Kemenag, Tarmizi Tohor dengan pemukulan gong disertai penandatanganan rencana program yang menandai bahwa Kampung Zakat di Desa Kahayya telah dimulai. Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba bersama jajaran Kementerian Agama, BAZNAS Kabupaten Bulukumba dan BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan serta ratusan undangan yang hadir. Turut hadir dalam launching tersebut diantaranya, Nurfajriah dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan serta Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, H.M Fuad Nasar.

Menurut Komisioner BAZNAS RI, Nana Mintarti, Desa Kahayya adalah titik ke 12 dari Kampung Zakat yang dilaunching sejak tahun 2018 lalu. Program Kampung Zakat ini dimulai sejak tahun 2018 di tujuh titik yang tersebar di Indonesia, selanjutnya tahun 2019 kembali menetapkan sebanyak 7 titik berikutnya, dimana Desa Kahayya merupakan titik ke 12 pelaksanaan program Kampung Zakat.

Nana menjelaskan bahwa sebelum memulai Kampung Zakat ini, pihaknya terlebih dahulu melakukan assesment. Dikatakannya, BAZNAS memiliki sebuah alat mekanisme yang digunakan untuk mengukur assessment  yang disebut Indeks Desa Zakat (IDZ). IDZ memiliki bobot nilai berkisar antara 0 sampai 1. Semakin nilai IDZ mendekati 1 maka desa tersebut semakin tidak diprioritaskan untuk dibantu. Sebaliknya, semakin IDZ mendekati 0 maka desa tersebut semakin diprioritaskan untuk dibantu.

“Nah, Desa Kahayya ini memiliki indeks 0,38, artinya memang Desa Kahayya ini kita prioritaskan sebagai Desa Kampung Zakat karena indeksnya mendekati 0,” beber Nana Mintarti dalam sambutannya.

Dalam pengukurannya, lanjut Nana, ada lima dimensi dalam IDZ sebagai komponen pembentuk IDZ  yaitu dimensi ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan dan dakwah. Dari hasil assesment didapatkan dimensi yang paling rendah nilainya adalah dimensi ekonomi, kesehatan dan Pendidikan yang nilainya dibawah 0,5 sedangkan dimensi sosial kemanusiaan bernilai 0,48 dan dimensi dakwah bernilai 0,53.

“Kita akan melakukan pemberdayaan ekonomi. Kita menemukan banyak potensi di desa ini, misalnya di sektor pertanian dan perkebunan. Kita bisa membuat wadah ekonomi masyarakat. Semoga program ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat” pintanya.

Sementara itu, Tarmizi Tohor mengemukakan bahwa program berbasis dana zakat ini harus ada karya nyata dalam pelaksanaan program pemberdayaan zakat, olehnya perlu disyiarkan kepada khalayak umum khususnya muzakki, bahwa zakat yang telah mereka tunaikan sangat bermanfaat bagi warga yang membutuhkan.

Dirinya menilai bahwa bantuan yang disalurkan menggunakan dana zakat sangat bermanfaat bahkan menjadi berkembang untuk kehidupan mustahik, baik itu dalam bidang peternakan, perikanan dan sebagainya melalui program zakat yang dikelola secara produktif.

“Tapi sebaliknya bantuan yang berasal dari APBN atau APBD kadang-kadang lenyap karena masyarakat pikir bantuan APBD dosanya sedikit. Beda kalau bantuan dari BAZNAS, pikirannya jika disalahgunakan maka neraka ganjarannya. Makanya tidak ada yang rugi, malah berkembang terus dari bantuan zakat produktif yang kita berikan,” bebernya.

Bupati Bulukmba, AM Sukri Sappewali menyampaikan ucapan terima kasih  atas dipilihnya Desa Kahayya sebagai Program Kampung Zakat. Dengan sinergi dari berbagai pihak, kata AM Sukri Sappewali, desa terpencil dan terluar ini akan lebih berkembang. Dirinya optimis Desa Kahayya ini dapat berkembang dengan baik, karena wilayah desa ini memiliki beberapa obyek wisata alam serta memiliki komoditas kopi khas Kabupaten Kahayya yang dari waktu ke waktu semakin terkenal.

“Semoga Kampung Zakat ini akan menjadikan warga masyarakatnya sejahtera, dan ke depannya tidak lagi menjadi penerima zakat, namun menjadi pemberi zakat,” pinta AM Sukri Sappewali yang diamini oleh para hadirin.


Terkait

  • Lainnya

  • Bayar Zakat

DAFTAR REKENING ZAKAT BAZNAS

BRI Syariah 1000783214
BNI Syariah 0095555554
Bank Muamalat 3010070753
BSM 7001325498
BCA 6860148755
Bank Mandiri 0700001855555
CIMB Niaga Syariah 860000148800
Bank Mega Syariah 1000015559

an. BAZNAS

Untuk informasi daftar rekening lainnya, silahkan klik baznas.go.id/rekening

Atau melalui layanan zakat digital BAZNAS
1⃣ Website : baznas.go.id/bayarzakat
2⃣ Kitabisa : kitabisa.com/baznas
3⃣ Tokopedia : bit.ly/zakat-tokopedia
4⃣ Bukalapak : bit.ly/zakat-bukalapak
5⃣ Shopee : bit.ly/shopee-baznas

Konfirmasikan bukti transfer zakat dan infak Anda melalui:

Contact Centre BAZNAS
Whatsapp: +6287877373555
Telf: +62 21- 3904555
Email: [email protected]

Atau klik link :
bit.ly/KonfirmasiZakatBAZNAS

#ZakatTumbuhBermanfaat
http://baznas.go.id