Kelompok Ternak Mustahik binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang dibentuk di Desa Candikuning Bedugul, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, mulai memproduksi pupuk kandang dan pupuk cair atas permintaan pasar, pada Kamis (8/7).

Kegiatan ini dimulai sejak pagi hari dan diikuti tiga mustahik serta sahabat ZCD. Proses produksi memakan waktu cukup panjang mulai dari menjemur, menggiling, fermentasi, hingga pengemasan. Kemudian pada mustahik mengumpulkan dan menjemur kotoran kambing selama tiga hari sekali, sedangkan urine kambing difermentasi selama 2 minggu di dalam tong atau jeding.

Bahan yang sudah kering setelah dijemur, selanjutnya digiling dan difermentasi selama 14 hari. Sedangkan untuk kotoran kambing, mustahik menggunakan bahan mentah yang dikirim dari Banyuwangi sebanyak 80% dan 20% dari produksi kotoran ternak mustahik. Setelah proses fermentasi dilanjutkan proses pendinginan selama 15 menit dan pupuk siap dikemas.

Para mustahik binaan tampak bersemangat dalam kegiatan produksi.

Dalam sekali produksi, para mustahik dapat menghasilkan sekitar 100 hingga 200 bungkus. Per bungkusnya berisi kurang lebih 4 kg dan dijual dengan harga Rp10.000. Setelah dikemas, produk tersebut siap untuk dipasarkan ke seluruh wilayah Bali, seperti Singaraja, Karangasem, Jembrana, Kintamani, dan lain sekitarnya.

BAZNAS berharap dengan adanya produksi pupuk ini, selain memanfaatkan kotoran kambing yang dapat mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan ternak, juga dapat membantu perekonomian mustahik agar lebih baik lagi.

#BAZNAS
#PilihanPertamaPembayarZakat
#LembagaUtamaMenyejahterakanUmat
#ZakatComminityDevelopment
#GerakanCintaZakat