Kelompok budi daya kakao mustahik binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui lembaga program Zakat Community Development (ZCD) di Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengikuti kegiatan pelatihan pengendalian hama penyakit kakao dan pembuatan pupuk kompos, pada Rabu (7/7).

Pelatihan ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang sebelumnya telah dilakukan. Jika sebelumnya diadakan di dalam ruangan, kini saatnya praktek lapangan. Adapun agenda di dalam kegiatan ini adalah simulasi pruning/pemangkasan kakao, aplikasi fungisida organik trichoderma, dan pembuatan pupuk kompos.

Tidak semua petani khususnya petani perkebunan mengetahui manfaat dari pruning/pemangkasan sehingga lalai dalam perawatan kondisi tanaman khususnya dalam pemangkasan kakao. Pemangkasan bertujuan untuk menjaga suhu, kelembapan dan pencahayaan yang masuk ke lingkungan tanaman kakao.

Suhu dan kelembaban yang rendah dapat mempermudah perkembangbiakan organisme pengganggu tanaman (OPT)/ hama dan penyakit penyebab menurunnya produktivitas kakao. Pemangkasan juga dapat memacu pembuahan pada kakao karena nutrisi yang didapatkan tanaman terfokus pada buah.

Berbicara soal pertanian berkelanjutan tentunya hal yang berperan penting yaitu aplikasi pengendalian hama penyakit kakao dan pupuk harusnya berbasis organik sehingga tidak memiliki residu pada lingkungan sekitar baik tanah, udara dan hasil pertanian. Dalam simulasi pengendalian hama dan penyakit terpadu kali ini sahabat ZCD menggunakan trichoderma sebagai jamur antagonis untuk mengendalikan penyakit busuk buah, kanker buah dan lain lain yang dapat menurunkan produksi pada kakao.

Trichoderma didapatkan dari produk glio natural yang dilarutkan di dalam 1 botol air 600 ml dan aplikasinya dicampurkan dalam 1 liter air dengan satu tutup botol air mineral/5 ml. Setelah dicampurkan, lalu disirami ke bagian perakaran tanaman kakao di aplikasikan setiap 14 hari berjalan aplikasi sambil mengamati perkembangan dari hasil buah kakao.

Pada pembuatan pupuk kompos dilakukan dengan pencampuran air bersih+air cucian beras+starter EM4+gula pasir 1/4 kg kemudian didiamkan selama 15 menit sebelum dicampurkan ke dalam kohe sapi 10 karung+daun dan ranting yang kering. Kemudian diaduk rata, jika semua bahan belum lembap ditambahkan air untuk membantu proses komponisasi dan ditutup untuk reaksi gelap mikroorganisme dan didiamkan selama 60 hari. Bahan yang sudah tercampur dikontrol setiap 7 hari dan diaduk lalu dijaga kelembapannya.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan penguatan kepada mustahik kelompok budi daya kakao akan pentingnya menerapkan pertanian organik dari pengendalian hama penyakit terpadu hingga penggunaan pupuk organik yang ramah lingkungan untuk pertanian berkelanjutan.

#BAZNASRI
#InovasiBerkaryaUntukUmat
#LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat
#GerakanCintaZakat
#ZakatCommunityDevelopment


Terkait

  • Lainnya

  • Bayar Zakat

DAFTAR REKENING ZAKAT BAZNAS

BRI Syariah 1000783214
BNI Syariah 0095555554
Bank Muamalat 3010070753
BSM 7001325498
BCA 6860148755
Bank Mandiri 0700001855555
CIMB Niaga Syariah 860000148800
Bank Mega Syariah 1000015559

an. BAZNAS

Untuk informasi daftar rekening lainnya, silahkan klik baznas.go.id/rekening

Atau melalui layanan zakat digital BAZNAS
1⃣ Website : baznas.go.id/bayarzakat
2⃣ Kitabisa : kitabisa.com/baznas
3⃣ Tokopedia : bit.ly/zakat-tokopedia
4⃣ Bukalapak : bit.ly/zakat-bukalapak
5⃣ Shopee : bit.ly/shopee-baznas

Konfirmasikan bukti transfer zakat dan infak Anda melalui:

Contact Centre BAZNAS
Whatsapp: +6287877373555
Telf: +62 21- 3904555
Email: [email protected]

Atau klik link :
bit.ly/KonfirmasiZakatBAZNAS

#ZakatTumbuhBermanfaat
http://baznas.go.id