Masih banyak masyarakat di pedesaan yang hidup serba dalam kekurangan. Mereka kesulitan untuk menjangkau perekonomian hingga  kesehatan yang memadai. Hal tersebut sudah menjadi tugas bersama dalam upaya peningkatan kesejahteraan para mustahik.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)  melakukan serangkaian kegiatan pada aspek kesehatan, seperti  pemeriksaan stunting,  promosi kesehatan pada anak sekolah, dan sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Hari Sabtu pagi (31/8), bertempat di SDN 160 Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun.

Dokter Dewi yang merupakan Direktur Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Jakarta, didampingi Echi Riniati, Sahabat ZCD memberikan sosialisasi pada 100 orang siswa dan juga Dewan Guru.  Sosialisasi awal ini mengambil tema "Jajanan Sehat" untuk melatih para siswa agar tidak jajan sembarangan dan memilih jajanan yang sehat, selanjutnya perlu koordinasi dengan pihak desa untuk ikut membantu siswa mendapatkan jajanan sehat.



Selain membahas jajanan, Dokter Dewi juga memberikan pengarahan untuk menjaga kebersihan badan dengan mandi yang dilakukan minimal dua kali sehari serta mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.  Dari hasil observasi lapangan, diperlukan tindak lanjut berupa program peningkatan asupan gizi anak dengan memberikan kegiatan berupa :
1. Pemberian makanan sehat seperti sup ayam, bubur kacang hijau, bubur ayam, bubur ketan yang dikombinasi dengan susu, dll.
2. Program pemberian makanan bergizi akan diberikan setiap dua pekan sekali yang ditujukan untuk sekolah dan satu bulan sekali pada setiap program posyandu.  
3. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) akan ditujukan ke sekolah dan posyandu, yaitu 100 murid di SD Lubuk Bangkar, 38 murid di SDN Renah Karif selanjutnya sebanyak 103 balita di posyandu 1 dan 47 anak di posyandu 2.
4. Program pemberian PMT ini akan dijajagi kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten sehingga menjadi salah satu program rutin yang akan dilakukan.
5. Pemerikaaan kesehatan akan dilaksanakan pada Hari Minggu (01/9) menyasar untuk 70 masyarakat yang mengalami sakit dengan dibantu oleh Bidan Desa dan 5 Kader Kesehatan Desa.

Aspek kesehatan merupakan salah satu diantara lima aspek pemberdayaan yang dikembangkan di dalam program Titik Integrasi yang dikembangkan BAZNAS. Desa Lubuk Bangkar menjadi salah satu diantara sembilan titik integrasi lainnya yang dijalankan oleh Lembaga Program BAZNAS, termasuk didalamnya adalah Lembaga Zakat Community Development (ZCD).

Selain program tersebut, Lembaga ZCD sendiri telah menjalankan beberapa program di Desa Lubuk Bangkar, yakni pemberian bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohido (PLTMH), pelatihan produksi kopi dan keripik pisang, pembangunan MCK dan tandon air serta beberapa kegiatan keagamaan.

Pendampingan terhadap titik integrasi ini tentunya bertujuan menghasilkan produk terbaik dengan manajemen kelompok yang tertata serta terencana dan tercatat sehingga mampu menghasilkan output berupa kelembagaan lokal yang mandiri dengan kader lokal yang tangguh.