Ecobricks adalah cara mengelola limbah plastik dengan cara memasukkan dan memadatkan sampah plastik ke dalam botol. Program Ecobricks yang sudah berjalan kurang lebih 4 bulan di Sumurgung, Tuban, telah menyelamatkan lingkungan dari sampah. Anak-anak mustahik binaan BAZNAS diberi penjelasan dan pemahaman untuk tidak membakar sampah, melainkan memilah sampah dan menyimpannya sebelum dikelola menjadi ecobricks.

“Semua sampah kering dan basah dipisahkan. Sampah basah dan kotor, terlebih dulu dibersihkan dan dikeringkan, lalu dia siap untuk dipotong menjadi bagian kecil untuk menjadi isian ecobricks,” kata Aimatul, anak mustahik.

Kegiatan lingkungan yang dijalankan Rumah Baca Harapan tidak hanya sekadar mengumpulkan botol untuk ecobricks, namun juga mendidik anak-anak untuk peduli pada lingkungan. “Ya mesti. Kenapa harus ada pepatah mengatakan apa yang kita tanam adalah apa yang kita tuai, itu sama kayak respon kita ke lingkungan, kalau respon kita buruk, maka lingkungan akan memberi dampak buruk ke manusia. Simbiosis mutualisme, kita memberi yang baik pada lingkungan maka lingkungan juga memberi yang baik. Bila kita diam itu sama saja tidak peduli pada lingkungan,” kata Relawan Rumah Baca.

Jangka panjangnya, kegiatan ini diharapkan mampu memberi stimulan ekonomi kreatif bagi anak anak mustahik dengan cara menjual hasil ecobricks kepada jaringan kerja ecobricks yang tersebar Indonesia dan mancanegara.

#BAZNASRI
#InovasiBerkaryaUntukUmat
#LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat
#GerakanCintaZakat
#ZakatCommunityDevelopment