Kelompok Putri Berdikari Batik binaan ZCD BAZNAS di Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sedang mempersiapkan promosi produknya di media sosial demi meningkatkan proses penjualan. Hal itu guna memaksimalkan pemasaran produk di ranah online yang kini telah menjadi pasar menjanjikan seiring hadirnya beragam platform media sosial.

Pada Jumat (12/3), Sahabat ZCD bersama 13 mustahik Kelompok Berdikari Batik mengadakan rapat dengan pembahasan optimalisasi pemasaran produk.

Terdapat beberapa kendala yang dialami oleh mustahik antara lain, belum memahami metode atau cara untuk menarik daya beli, sedikitnya peminat kain batik pewarna alami, dan juga kesesuaian harga batik dengan pewarna alami yang dipakai.

“Satu yang menjadi kendala di mana-mana soal penjualan batik, baik itu sintetis atau pewarna alam adalah kecocokan produk dengan hati konsumen, itu sudah pasti. Namun, kami terus berupaya agar cara promosi barang melalui media sosial semakin hari, bisa dibenahi apa yang kurang,” ujar Mbak Tar salah satu mustahik perajin batik.

Mustahik perajin batik pun kini akan kembali memuat beragam promosi produknya, dimulai dengan sesi pemotretan produk untuk dipasarkan di media sosial.

Kendala-kendala yang dialami mustahik akan terurai satu persatu dengan dikerjakan perlahan-lahan sebagai upaya memaksimalkan promosi produk.

Selain mengadakan rapat terkait promosi produk, Sahabat ZCD juga mendampingi Kelompok Putri Berdikari Batik dalam memproduksi kain batik pewarna alami untuk stok bahan di Galeri Batik. Beberapa kain dalam tahapan Isen (memberikan motif atau variasi pada ornamen utama), Nglengkreng, dan Ngemblok. Sebanyak 2 kain ukuran 2x1 m dalam tahapan Isen. 3 kain lainnya dengan ukuran sama dalam proses Ngemblok, dan 5 kain lainnya dengan ukuran yang sama dalam proses Nglengkreng

 

#BAZNASRI

#ZakatCommunityDevelopment

#SemestaKebajikanZakat


Terkait