Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui lembaga program Zakat Community Development (ZCD) mengevaluasi kegiatan yang dilakukan kelompok binaan BAZNAS di Desa Sumurgung, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kelompok Putri Berdikari Batik, sejak November 2020-Februari 2021, pada Kamis (4/3). Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan dan memberdayakan kelompok perajin batik agar tetap produktif di tengah pandemi.

Sahabat ZCD Sumurgung, Musyawir, memaparkan ada empat program yang akan dilakukan kelompok tersebut pada Maret 2021, di antaranya optimalisasi pemasaran produk batik pewarnaan alami selama 12 kali pertemuan bersama tim direksi pemasaran produk, optimalisasi Rumah Baca Harapan melalui agenda Baca Tulis Qur’an, pengolahan limbah potongan kain batik dan plastik (limbah rumah tangga), proses kaderisasi pada program Rumah Baca, dan kliping dokumentasi setiap kegiatan.

Program yang akan dan sudah dilakukan pada Maret ini berdasarkan pengamatan dan kebutuhan keluarga mustahik. Harapannya, program itu tidak hanya memberi jawaban terhadap persoalan yang dihadapi mustahik, tetapi menjadi proses pembelajaran bagi sahabat ZCD yang melakukan pendampingan langsung dalam program ZCD beserta Eco-Fashion Community Yayasan Sahabat Pulau Indonesia.

Seperti diketahui, industri fashion ikut terdampak adanya pandemi Covid-19, termasuk para perajin batik. Mereka harus bertahan di tengah menurunnya penjualan karena kini masyarakat dibatasi kegiatannya untuk meminimalisir penularan.

Kelompok Putri Berdikari Batik merupakan salah satu kelompok mustahik binaan BAZNAS yang selama pandemi Covid-19 tetap melakukan produksi kain batik. Menurut ketua kelompok, sejak April hingga Oktober 2020, proses membatik dilakukan tiga kali dalam sepekan. Kemudian, Optimalisasi Rumah Baca Harapan Sahabat Pulau Indonesia dalam mendukung pendidikan dijadwalkan hanya sekali dalam sepekan.

 

#BAZNASRI
#ZAkatCommunityDevelopment
#SemestaKebajikanZakat


Terkait