Dengan adanya pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini, BAZNAS terus berupaya mendorong produktivitas mustahik binaan dalam kegiatan usahanya. Salah satunya di titik binaan Lembaga ZCD Desa Jirak, Kecamatan Sajad, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Meski Kabupaten Sambas masuk dalam zona oranye dalam penyebaran Virus Korona, hal tersebut tidak menyurutkan semangat Kelompok Mujahidah dan Istiqomah dalam memproduksi lada bubuk untuk dijual.

Pada Selasa (16/2), sebanyak 13 orang mustahik yang tergabung dalam kelompok lakukan produksi lada bubuk hitam dan putih di rumah Fabila, Dusun Limus Desa Jirak yang merupakan salah satu mustahik Kelompok Mujahidah dan Istiqomah.

Saat ini mustahik lakukan pengemasan lada bubuk hasil dari produksi sebelumnya ke dalam kemasan pouch. Para mustahik mengemas lada bubuk sebanyak 50 bungkus lada putih dengan harga Rp10.000 dan 54 bungkus lada hitam seharga Rp8.000 dengan netto masing-masing 50 gram. Sehingga total omzet yang didapatkan sebesar Rp932.000. Lada bubuk yang diproduksi biasanya dijual pada konsumen lepas dan pengepul di Pasar Sambas dengan sistem beli putus.

BAZNAS berharap dengan aktifnya produktivitas para mustahik dalam kegiatan produksi mampu mengangkat ekonomi mustahik terlebih di masa pandemi saat ini.

 

#ZakatCommunityDevelopment

#LekasPulihIndonesia

#SemestaKebajikanZakat