Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Kelompok Mustahik An-Nur binaan Lembaga Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS yang dibentuk di Desa Mbulilo'o, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, NTT dalam melakukan aktivitasnya. Mereka tetap lakukan produksi kain tenun ikat tradisional di salah satu rumah produksi pada Minggu (6/12).

Sebanyak 26 mustahik yang tergabung dalam kelompok, sangat aktif untuk tetap memproduksi kain tenun. Diawali dengan memutar dan menggulung benang secara melintang, para mustahik mulai menenun dengan penuh ketelitian. Para mustahik dalam memproduksi tenunnya masih menggunakan pewarna sintetik, selain mudah untuk mendapatkannya, harganya pun cukup terjangkau. Namun, ke depannya mereka akan berupaya menggunakan pewarna alami agar lebih ramah lingkungan.

Saat ini para mustahik mampu membuat kain tenun sebanyak 10 buah selama 1 bulan dengan melakukan pengerjaan satu minggu sekali. Jenis kain tenun yang dibuat dinamakan Lawo Sepaki-Paki, dimana harga per kainnya sebesar Rp330.000.

Pada bulan sebelumnya, kelompok mustahik juga telah memproduksi 10 buah kain tenun dan semuanya telah laku terjual dengan total Rp2.500.000. Walaupun harganya masih belum stabil di pasaran, mustahik akan terus tetap memproduksi kain tenun untuk menambah penghasilan dan mengisi waktu luang mereka.

#ZakatTumbuhBermanfaat
#ZCDBAZNAS
#LekasPulihIndonesia
#SemestaKebajikanZakat


Terkait