Di tengah merebaknya pandemi Covid-19, mustahik yang tergabung dalam Kelompok UKM Sinar Madu di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau berinovasi membuat produk berupa camilan sehat berbahan campuran madu kelulut, pada Selasa (10/11/2020). Kegiatan produksi dilakukan dengan bantuan modal bahan baku dan perlengkapan dapur oleh BAZNAS melalui Lembaga Zakat Community Development (ZCD).

Adapun inovasi camilan yang di produksi yaitu cakar ayam madu, kacang selimut madu, aneka stik (pedas, original, keju), bika madu, vegetable chips, carang madu, gipang madu isi kacang, manisan madu dengan pepaya dan nanas, dan sirup madu rasa pandan dan lemon. Namun, pada kesempatan kali ini mustahik hanya memproduksi camilan sesuai pesanan warung dan cafe yaitu gipang madu isi kacang dan bika madu varian daun kelor.

Kegiatan produksi yang dimulai pukul 09.30 WIB, dihadiri 4 orang anggota kelompok dan didampingi oleh Sahabat ZCD. Kelompok mampu menghasilkan camilan gipang madu sebanyak 38 pack yang dijual seharga Rp10.000. Sedangkan bika madu dihasilkan sebanyak 30 bungkus seharga Rp5.000 dan 125 bungkus seharga Rp1.000. Sehingga kelompok memperoleh total omzet sebesar Rp655.000.

"Aktivitas ini diharapkan dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga mustahik terutama dimasa pendemi Covid-19 yang mengakibatkan banyak masyarakat kehilangan pekerjaan. Tak lupa juga, seluruh anggota kelompok diwajibkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker dan sarung tangan dalam melakukan aktivitas produksi," tutur Sahabat ZCD, Suzanna.

#ZakatTumbuhBermanfaat
#ZCDBAZNAS
#LekasPulihIndonesia
#SemestaKebajikanZakat


Terkait