Dikenal sebagai penghasil kain tenun ikat, Desa Mbulilo’o Kec. Wolowaru Kab. Ende Nusa Tenggara Timur ternyata masih jauh dari kesejahteraan hidup masyarakatnya. Desa yang berjarak 2 jam dari pusat kota Ende ini memang secara turun temurun melahirkan mama-mama penenun yang expert dalam membuat kain tenun berkualitas. Namun cerita indah dibalik motif dan kekaguman akan rumitnya selembar kain tenun tidaklah seindah kehidupan para perajinnya. Mama penenun yang tiap hari menghabiskan waktunya mengikat benang sehelai demi sehelai, hanya mampu menghasil 1-2 lembar kain tenun per minggunya dengan keuntungan rata-rata sebesar Rp 100.000 per lembar sebagai upaya memberi makan keluarganya. Mama-mama di Desa Mbulilo’o ini memang seperti tulang punggung keluarga karena para suami hanya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak tetap.

Melalui program ZCD, BAZNAS mengajak mama-mama untuk bekerja lebih giat dan cerdas dengan sistem kelompok agar lebih mudah dalam membuat kain tenun dan bisa menambah kapasitas produksi. Dengan konsep Ecofashion, BAZNAS juga menawarkan peluang pasar yang lebih luas yang tidak hanya nasional tapi diharapkan akan menjangkau pasar luar negeri dengan harga yang jauh lebih mahal.

Para penenun dipahamkan tentang konsep ecofashion, diberi pelatihan penggunaan pewarnaan alam, pembuatan motif modern, recording motif dengan kertas milimeter, dan sistem pengelolaan kelompok bisnis secara sederhana. Saat ini, jumlah penenun yang bergabung dalam kelompok sebanyak 23 orang yang mampu membuat kain tenun pewarna alam yang berkualitas. Harga kain tenun ini juga 2 kali lipat lebih mahal dari kain tenun dengan pewarna kimia, sehingga para penenun mendapatkan tambahan penghasilan rata-rata 300 ribu per minggunya atau hampir 1 juta per bulan.

Pada bulan Desember 2018, karya tenun mereka juga diikutkan dalam event Ecofashion Week Indonesia dan ditampilkan di catwalk oleh model-model profesional sebagai ajang promosi di Gedung Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat. Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS Randi Swandaru mengatakan, dunia fashion saat ini tengah berkembang pesat. Maka dengan ikut sertanya hasil kerajinan para mustahik ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dan penghasilan para perajin.

"Kain batik dan tenun merupakan karya agung khas Indonesia yang menduniakan, dengan produk-produk ini BAZNAS berharap mustahik dapat turut berperan dalam pelestarian khasanah budaya ini," katanya.

 

 

 


Terkait

  • Lainnya

  • Bayar Zakat

DAFTAR REKENING ZAKAT BAZNAS

BRI Syariah 1000783214
BNI Syariah 0095555554
Bank Muamalat 3010070753
BSM 7001325498
BCA 6860148755
Bank Mandiri 0700001855555
CIMB Niaga Syariah 860000148800
Bank Mega Syariah 1000015559

an. BAZNAS

Untuk informasi daftar rekening lainnya, silahkan klik baznas.go.id/rekening

Atau melalui layanan zakat digital BAZNAS
1⃣ Website : baznas.go.id/bayarzakat
2⃣ Kitabisa : kitabisa.com/baznas
3⃣ Tokopedia : bit.ly/zakat-tokopedia
4⃣ Bukalapak : bit.ly/zakat-bukalapak
5⃣ Shopee : bit.ly/shopee-baznas

Konfirmasikan bukti transfer zakat dan infak Anda melalui:

Contact Centre BAZNAS
Whatsapp: +6287877373555
Telf: +62 21- 3904555
Email: [email protected]

Atau klik link :
bit.ly/KonfirmasiZakatBAZNAS

#ZakatTumbuhBermanfaat
http://baznas.go.id